Sanchez Diyakini Akan Bersinar di MU Musim Depan

Alexis Sanchez memang sempat dicap gagal bahkan dipinjamkan ke klub lain, namun demikian pemain Chile itu masih bisa tampil garang bersama Manchester United musim depan.

Keyakinan itu diungkapkan oleh Reinaldo Rueda, pelatih Tim Nasional Chile. Dia bahkan sangat optimis bahwa sang winger akan segera bangkit dan menunjukkan potensi terbaiknya di Manchester United pada kampanye musim depan.

Seperti diketahui, Alexis Sanchez bergabung dengan Manchester United pada bursa transfer musim dingin Januari 2018 lalu. Harapan besar tentu disandarkan di pundak eks pemain Barcelona, setelah sebelumnya dia tampil gemilang bersama dengan Arsenal.

Sayang, 1,5 tahun pertamanya di United tidak berjalan mulus sehingga ia dipinjamkan ke Inter Milan pada musim panas kemarin. Akan tetapi, kembali ke Serie A italia tak lantas membuat mantan bintang Barcelona ini kembali menemukan kemampuan terbaiknya.

Performanya cenderung biasa saja, sehingga muncul kabar yang mengklaim bahwa Inter berencana mengembalikannya ke MU. Namun Rueda yakin bahwa apa yang terjadi pada Sanchez saat ini tidak mencerminkan siapa dia sebenarnya.

“Ini sudah menjadi tahun yang menyiksa dan membuatnya trauma,” buka Rueda kepada SPORT.

Rueda menganggap bahwa Sanchez hanya kurang beruntung, kesialan menimpanya secara bertubi-tubi. Sialnya lagi, ketika dia sudah pulih dari cedera dan berada dalam kondisi terbaik, pandemi Virus Corona melumpuhkan kompetisi sepakbola.

“Sejak ia pergi dari Arsenal dan tahun pertamanya di Manchester United benar-benar diterpa banyak kesialan.”

“Ia kemudian bermain di Copa America di Brasil dan kemudian mengalami cedera dalam laga persahabatan melawan Colombia di Alicante. Peminjamannya di Inter juga nyaris gagal, dan ketika ia pulih dari cedera malah pandemi ini datang.” Tandasnya.

Sang juru taktik sama sekali tak meragukan kemampuan Alexis Sanchez, dan yakin pemainnya itu bisa jadi pemain yang hebat jika diberikan kesempatan lagi oleh Manchester United.

“ia bisa menjadi pemain yang hebat jika ia diberikan kesempatan. Dia saat ini masih belum menunjukkan kemampuan sebenarnya di level tertinggi.” ujarnya.

Sebelumnya, pelatih Ole gunnar Solksjaer sempat mengaku akan memberikan kesempatan kepada Alexis Sanchez.

David Luiz Sanjung Dampak Positif Kedatangan Arteta

Menurut bek asal Brazil ini, Mikel Arteta adalah manajer yang tepat untuk Arsenal dari segi taktik dan caranya menangani pemain.

Seperti diketahui, Mikel Arteta ditunjuk menangani Arsenal sejak akhir Desember 2019 lalu, menggantikan Unai Emery yang didepak beberapa waktu sebelumnya.

Pada awalnya, Mikel Arteta diragukan bisa membawa Arsenal ke arah yang lebih baik, pasalnya sosok yang merupakan mantan pemain The Gunners tersebut tak punya pengalaman melatih tim. Sebelumnya, dia hanya bekerja sebagai assisten Pep Guardiola di Manchester City.

Benar saja, dari segi hasil, Arsenal tampak biasa saja dibawah arahan manajer asal Spanyol ini. Namun dari segi performa, Bellerin dkk tampak membaik. Mereka mulai bisa konsisten, dan masalah lini pertahanan yang selama ini jadi bahan kritikan sudah tampak membaik.

Tak heran jika bek David Luiz sangat optimis Arsenal bisa melangkah maju bersama dengan Mikel Arteta di kursi manajer. Pria asal Spanyol tersebut menurutnya memang sosok yang tepat untuk menangani Arsenal.

“Mikel tampil dengan luar biasa, saya menikmati sepak bola hampir 33 tahun dan masih belajar dan meningkatkan dan untuk melihat betapa indahnya sepak bola,”

“Setiap hari ia mengubah sesuatu dan bagaimana ide dan filosofi baru masih dapat meningkatkan saya sebagai pribadi, sebagai pemain dan sebagai pemimpin.” kata Luiz kepada Adidas, seperti dilansir Goal International.

Selain itu, menurut mantan pemain Chelsea ini, Mikel Arteta telah membantu para pemain untuk memahami skema yang ada di atas lapangan.

“Mikel telah berusaha membuat kami mengerti di mana harus bermain dan bagaimana cara bermain. Ia memberi kami rencana: ‘Jika tim seperti itu, jika ada blok rendah memarkir bus bagaimana Anda dapat membuat peluang, ambil tanggung jawab untuk membuat umpan berisiko.“

“Jika operan tiba di sana maka kami menciptakan peluang dan mencetak gol, jika operan itu tidak tiba di sana kita bisa memenangkan bola dengan cepat.” Tandasnya.

Arsenal sendiri targetkan satu tempat di ajang Liga Champions Eropa musim depan. Namun tampaknya sulit terwujud, pasalnya sekarang mereka berada di peringkat ke-9 pada klasemen sementara Premier League.

Ibrahimovic Pernah Hina Rekan-Rekan Setimnya

Menjadi rekan satu tim seorang pemain top dunia sekelas Zlatan Ibrahimovic mungkin terdengar menyenangkan. Tapi jangan salah, pemain veteran Swedia tersebut ternyata tak segan menghina semua rekan satu timnya. Bagaimana bisa?

Hal ini diungkapkan oleh Bek San Jose Earthquakes, Florian Jungwirth ketika bercerita tentang pengalamannya saat berhadapan dengan LA Galaxy yang kala itu masih diperkuat Ibra.

Sebagaimana diketahui, Zlatan Ibrahimovic memang pernah bermain untuk LA Galaxy. Dia bergabung dengan klub Amerika Serikat tersebut pada tahun 2018 silam, dan baru habis kontraknya pada musim dingin Januari 2020 kemarin, lantas bergabung dengan mantan klubnya, AC Milan.

Nah, selama periode dua musim di Major League Soccer, Ibra memang beberapa kali berhadapan dengan San Jose Earthquakes yang diperkuat Jungwirth. Pertemuan pertama berlangsung di tahun 2018, dan menurutnya saat itu momennya sangat lucu.

Dianggap lucu karena dia menyaksikan Ibra terus meneriaki dan menghina semua rekan satu timnya selama 90 menit pertandingan.

“Saya pikir itu pada tahun 2018 ketika kami bermain di Stanford melawan Zlatan untuk pertama kalinya – dan ia seperti benar-benar menghina semua rekan satu timnya. Selama 90 menit – ia meneriaki semua orang. Itu lucu,” kata Jungwirth dalam sesi tanya jawab di Twitter, seperti dilansir Goal International.

Menariknya lagi menurut Jungwirth bahwa semua pemain LA Galaxy tampak sangat ketakutan dengan teriakan dari Ibrahimovic. Itu adalah momen yang lucu bagi pemain San Jose Earthquakes.

“Semua orang sangat takut padanya dan saya hanya tertawa karena semua orang seperti anak kecil. Mereka seperti, ‘Ayah, bisakah saya mengambil sesuatu darimu?'”

Meski demikian, hal tersebut bukan berarti dia punya masalah pribadi dengan pemain Swedia. Jungwirth mengungkapkan bahwa ia sengaja menghindari ketegangan karena ia merasa hal itu mendorong Ibrahimovic bermain ke tingkat yang lebih tinggi.

“Ia diam terhadap kami – saya tidak mengatakan apa-apa,” katanya.

Ibra sendiri bermain gemilang semasa membela LA Galaxy. Kontraknya baru berakhir pada Desember 2019, dan memutuskan bergabung dengan mantan klubnya, AC Milan. Kontraknya dengan Rossoneri berlaku sampai akhir musim ini.

Miralem Pjanic Ternyata Sempat Diincar Real Madrid dan PSG

Kabar tersebut diungkapkan oleh salah seorang mantan rekan dekat Pjanic di Juventus, Medhi Benatia. Sayangnya, tak satupun dari dua raksasa Eropa itu yang berhasil menggaet sang gelandang.

Miralem Pjanic memang sosok gelandang kreatif, dia adalah kreator serangan mumpuni. Gelandang asal Bosnia dan Herzegovina itu merapat ke Turin pada tahun 2016. Ia didatangkan dari AS Roma, tugasnya adalah menggantikan peranan Paul Pogba yang sebelumnya merapat ke Old Trafford.

Empat musim sudah berlalu, selama periode tersebut Pjanic selalu jadi andalan di lini tengah Bianconneri. Performanya yang apik dan konsisten selama periode tersebut tak ayal memunculkan kabar ketertarikan sejumlah raksasa Eropa.

Kabarnya juga, dua diantara para peminat sang gelandang adalah Paris Saint-Germain dan Real Madrid. Namun pada akhirnya Pjanic tetap bertahan di Allianz Stadium.

Meski demikian, kabar ketertarikan dua raksasa Eropa itu memang benar adanya. Hal ini diungkapkan mantan bek Juventus, Medhi Benatia. Bahkan, hampir setiap edisi bursa transfer, Pjanic selalu mendapat tawaran yang menggiurkan.

“Dia masih memiliki kontrak tiga tahun di Juventus, dan Juve saat ini tengah berada dalam kondisi yang baik. Memang benar bahwa di setiap bursa transfer, ia [Pjanic] punya peluang untuk pergi. PSG benar-benar tertarik padanya, bahkan Real Madrid sempat mengejarnya juga.” ujar Medhi Benatia kepada Tuttosport.

Benatia menyebut bahwa Pjanic tidak akan meninggalkan skuat Si Nyonya Tua dalam waktu dekat ini. Bukan tanpa alasan, karena sang gelandang benar-benar sudah jatuh cinta pada Juventus dan bertekad bertahan lebih lama bersama dengan juara bertahan Serie A italia tersebut.

Medhi Benatia mendukung sepenuhnya rencana Pjanic untuk bertahan di Turin, terlebih klub saat ini sedang dalam kondisi yang bagus.

“Pada akhirnya ia selalu bertahan bersama Juventus. Cintanya kepada Juventus tidak terkalahkan, karena ia merasa percaya diri di tim ini.” ujarnya.

Sayangnya menurut sejumlah kabar yang terdengar, Pjanic bakal dijual Juventus di musim panas nanti. Hasil penjualan eks AS Roma tersebut rencananya akan digunakan untuk membeli Winger muda Prancis, Kylian Mbappe.

Allegri Akan Jadi Pelatih MU? Begini Jawaban Sang Agen

Manchester United merupakan salah satu klub yang dikaitkan dengan masa depan Massimiliano Allegri. Dia dipercaya akan menggantikan Solskjaer musim depan.

Massimiliano Allegri sendiri sudah menganggur terhitung sejak mengundurkan diri dari kursi manajer Juventus pada musim panas kemarin. Sejak saat itu, dia sudah dikait-kaitkan dengan sejumlah klub, termasuk Manchester united.

Spekulasi kedatangan eks Manajer AC Milan di Old trafford bahkan sudah terdengar saat Jose Mourinho didepak dari kursi pelatih pada Desember 2018 lalu. Namun, pada akhirnya spekulasi itu tak terwujud, Setan Merah menunjuk salah seorang legenda mereka, Ole Gunnar Solskjaer mengisi pos tersebut.

Musim ini, performa Manchester United masih tak karuan. Mereka terkadang tak konsisten, bahkan sempat terdepak dari lima besar klasemen. Menyusul situasi tersebut, isu kedatangan Allegri ke Old Trafford pun bermunculan lagi.

Namun, sampai sekarang spekulasi ini tak pernah terwujud. Dan isu-isu ini ternyata tak pernah diperdulikan oleh mantan manajer sukses Juventus. Setidaknya demikian yang dikatakan oleh Agen Transfernya, Giovanni Branchini.

Diungkapkan bahwa sekarang, Kliennya masih sangat menikmati masa liburan setelah lima musim menangani Juventus.

“Tidak ada yang berpikir soal pelatihnya di tahun depan. Semuanya hanya memikirkan musim ini, kami pun berfokus pada musim ini saja,”

“Max menikmati tahun-tahun yang damai ini, dia memang membutuhkannya. Tenaganya telah terisi dan hidup dalam realita yang sama seperti kita semua. kami akan lihat bagaimana situasinya berjalan,” ujar sang agen ke Calciomercato.

Selain menjadi agen transfer Allegri, branchini juga bekerja sebagai agen transfer sejumlah pemain termasuk Ivan Perisic. Saat ini, winger Kroasia itu sedang menjalani masa peminjaman di Bayern Munchen.

Dia jarang bermain, sehingga diyakini yang bersangkutan akan dipulangkan ke San Siro. Namun, Branchini yakin Perisic akan bertahan di klub Jerman.

“Semuanya berjalan sesuai dengan rencana lalu ada cedera yang menghentikannya. Kami sudah mengejar, kemudian jeda musim terjadi,”

“Saya tak tahu apa yang akan terjadi, dia adalah atlet yang profesional. Bayern benar-benar masih di bingkai, dia sedang memikirkan rencana bertahan di Jerman,” tutup Branchini.

Mancini Siap Jika Euro 2020 Batal atau Ditunda

Wabah Virus Corona sudah semakin menjadi-jadi, jika tak kunjung mereda besar kemungkinan turnamen Piala Eropa atau Euro 2020 ditunda bahkan batal digelar.

Sebagai informasi, pada musim panas mendatang UEFA memang akan menggelar turnamen ke-16 dari Piala Eropa atau Euro. Rencananya, kompetisi tersebut akan digelar di 12 negara Eropa, dengan ibu kota masing-masing Negara yang akan jadi tuan rumahnya.

Akan tetapi, menyusul pandemi Virus Corona yang sudah semakin memprihatinkan, beberapa pekan terakhir muncul wacana bahwa kompetisi tersebut akan ditunda bahkan mungkin ditiadakan. Pasalnya, beberapa kompetisi klub di Eropa termasuk Liga Champions sudah ditangguhkan.

Andai memang demikian keputusan yang diambil, pelatih Timnas Italia Roberto Mancini sama sekali tidak keberatan.

Menurutnya, ada hal yang jauh lebih penting dibandingkan Euro 2020, yang tak lain adalah kesehatan semua orang. Apalagi, mantan pelatih Inter Milan tersebut melihat langsung bagaimana rakyat Italia banyak yang meregang nyawa karena Virus COVID-19 ini.

“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya “ Demikian menurut Mancini kepada Rai Sport.

“Saya yakin bahwa ada hal lain yang harus diprioritaskan ketimbang Euro 2020, dan saya tidak ragu sedikitpun akan itu. Melihat banyak orang meninggal dalam beberapa hari terakhir benar-benar menyakitkan bagi saya.” Kata Mancini kepada Rai Sport.

Di samping itu, dengan penundaan turnamen ini juga bisa menghadirkan manfaat lain. Salah satunya adalah persiapan menuju kompetisi yang akan lebih lama.

“Jika mereka menunda turnamen ini, maka kami punya waktu satu tahun untuk mempersiapkan diri untuk memenangkan turnamen itu. Yang terpenting saat ini adalah kesehatan semua orang dan semua orang bisa kembali ke stadion dan menikmati pertandingan yang ada.” ujarnya.

Memang tidak bisa dibantah, fakta bahwa timnas Italia akan menjadi salah satu tim yang dirugikan jika Piala Euro 2020 digelar sesuai rencana. Pasalnya, ada banyak pemain mereka yang terancam tidak bisa bermain karena terjangkit Virus ini.

Misalnya Daniele Rugani, bek muda Juventus dan pemain Fiorentina, Patrick cutrone. Keduanya sudah terinfeksi wabah Virus Corona.

Solskjaer Minta Pemainnya Lupakan Kemenangan atas City

Kemenangan atas Manchester City akhir pekan kemarin jelas masih terasa Euforianya sampai sekarang. Namun begitu, pelatih Ole Gunnar Solskjaer diyakini melarang para pemainnya terlena dengan kemenangan tersebut.

Akhir pekan kemarin, (09/03) Manchester United menjamu Manchester City dalam lanjutan Premier League. Awalnya, Setan Merah diragukan menang meski bermain di kandang sendiri.

Namun, tidak ada yang menyangkan pada akhirnya pasukan Ole Gunnar Solskjaer berhasil memenangkan pertandingan tersebut dengan skor telak 2-0.

Jelas, kemenangan ini penting bagi Manchester United. Selain menjaga asa mereka untuk finish di empat besar klasemen, kemenangan ini juga sarat akan gengsi derby Manchester.

Terlebih, itu adalah kemenangan ketiga yang diraih Manchester United atas rival sekotanya dalam empat pertemuan terakhir musim ini di semua ajang.

Tak hanya itu, kemenangan ini juga membuat Manchester United sukses memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka menjadi 10 pertandingan beruntun.

Jadi, sangat wajar jika para fans dan pemain Manchester United masih merasakan Euforia kemenangan tersebut. Namun, pelatih Ole Gunnar Solskjaer diklaim meminta para pemainnya agar tetap fokus.

Dilansir The Metro, Solskjaer buru-buru menghentikan selebrasi yang dilakukan tim asuhannya di ruang ganti usai kemenangan artas Manchester City. Solskjaer memperingatkan bahwa para pemainnya harus bisa menjaga level konsistensi mereka di sisa musim ini.

Pasalnya, Manchester United memang beberapa kali telan kekalahan dalam pertandingan yang harusnya bisa mereka menangkan.

Apalagi, klub masih tertinggal tiga poin di belakang Chelsea yang berada di peringkat ke-4 pada klasemen sementara Premier League. Selain itu, mereka juga masih harus memainkan dua leg babak 16 besar Liga Europa.

Tengah pekan ini, Manchester United akan bertandang ke markas klub Austria, LASK untuk melakoni laga leg pertama babak 16 besar Liga Europa. Kompetisi tersebut penting bagi Setan Merah sebagai alternatif mendapatkan tiket ke Liga Champions musim depan.

Setelahnya, pasukan Ole Gunnar Solskjaer dinanti laga berat lain. Mereka akan berhadapan dengan Tottenham Hotspur di White Hart Lane. Partai tersebut akan berlangsung pada Senin Dinihari WIB mendatang (16/03).

Rekor Invincibles Gagal Dipecahkan, Legenda Arsenal Lega

Liverpool dipastikan gagal memecahkan rekor invincibles Arsenal usai kekalahan dari Watford akhir pekan kemarin. Legenda The Gunners, Gilberto Silva mengaku senang dan lega terkait hal tersebut.

Arsenal terakhir kali menjuarai Premier League di musim 2003/04 silam. Pada saat itu juga, tim yang masih ditangani Arsene Wenger berhasil mencatatkan rekor tak terkalahkan sepanjang musim. Rekor tersebut bertahan, setidaknya sampai saat ini.

Liverpool nyaris memecahkannya pada kampanye musim ini. Mereka berhasil mencatatkan 27 pertandingan tanpa tersentuh kekalahan, dengan rincian 26 kemenangan diantaranya dan satu hasil imbang.

Sayangnya, catatan tersebut terhenti di pekan ke-28 Premier League. Minggu (1/3/2020) dini hari WIB, Mereka tumbang 3-0 dari Watford di Vicarage Road. Catatan tak terkalahkan itu terhenti, artinya Rekor Invincibles Arsenal masih bertahan sampai saat ini.

Gilberto Silva yang merupakan salah satu permain Arsenal di Era Invincibles dulu mengaku sangat lega dengan kegagalan The Reds.

“Liverpool mendekati rekor tak terkalahkan yang kami miliki bersama Arsenal. Saya selalu mengatakan bahwa suatu hari nanti itu mungkin terjadi. Dan melihat cara mereka bermain, saya mengharapkan mereka melakukannya,”

“Bagi kebanyakan orang, tidak disangka bahwa mereka akan kalah melawan Watford, tetapi kami masih di sana sebagai No.1 dan ini adalah pencapaian yang sangat istimewa.” katanya kepada The Times.

Tapi, lepas dari itu menurut Gilberto Silva apa yang dilakukan Liverpool musim ini sangat bagus. Pasalnya, tidak mudah untuk menjaga persaingan ketat dengan tim seperti Manchester city.

“Meskipun mereka tidak memecahkan rekor kami, apa yang telah dilakukan Liverpool musim ini sangat istimewa. Tidak mudah dengan persaingan saat ini. Mereka menghadapi Manchester City, yang juga bermain dengan sangat baik, dan Premier League adalah kompetisi di mana segala sesuatu dapat terjadi.”

“Jurgen Klopp, stafnya, dan para pemain telah melakukan pekerjaan dengan baik. Mereka masih bisa melakukan hal-hal luar biasa.” Tandasnya.

Pasca kekalahan dari Watford kemarin, Liverpool memang masih berada di puncak klasemen sementara Premier League. Mereka unggul 22 poin atas rival terdekat, Manchester City yang merupakan juara bertahan kompetisi.

Lyon harus Waspada, Cristiano Ronaldo Dalam Bentuk Terbaik

Jelang laga tandang ke Prancis, Juventus mendapatkan kabar baik tentang kondisi salah satu pemain andalan mereka musim ini, Cristiano Ronaldo. Mega bintang Portugal tersebut dalam kondisi yang sangat baik dan siap menebar ancaman ke gawang Lyon.

Juventus’ Portuguese forward Cristiano Ronaldo celebrates after opening the scoring during the Italian Serie A football match lazio Rome vs Juventus Turin on December 7, 2019 at the Olympic stadium in Rome. (Photo by Filippo MONTEFORTE / AFP)

Dua pekan lalu, Cristiano Ronaldo memang tidak terlihat dalam skuat Juventus yang akan menghadapi Brescia dalam lanjutan Serie A italia. Absensi sang striker tak ayal membuat publik mencemaskan kehadirannya pada ajang Liga Champions Eropa melawan Lyon.

Kecemasan ini sempat sirna, ketika Cristiano Ronaldo tampil dalam pertandingan melawan SPAL akhir pekan kemarin. Bahkan, dia mencetak gol kemenangan bagi Juventus dalam pertandingan tersebut. Tapi, apakah pemain berusia 35 tahun siap untuk laga melawan Lyon.

Seperti diketahui, Juventus akan bertandang ke Prancis untuk melakoni partai leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa. Laga tersebut sendiri akan berlangsung pada Kamis dinihari WIB nanti (27/02).

Adapun, Cristiano Ronaldo sendiri merupakan salah satu pemain yang sangat diandalkan Mauruzio Sarri musim ini. Ia sudah mencetak 25 gol dari 30 pertandingan, yang 13 di antaranya dicetak dalam 9 laga terakhir secara beruntun.

Jika kondisinya tidak memungkinkan, Ronaldo mungkin tidak akan bermain dalam laga kontra Lyon. Namun pelatih Maurizio sarri bisa memastikan bahwa kapten Timnas Portugal tersebut dalam kondisi yang sangat bugar dan meyakinkan.

Karenanya, Ronaldo siap untuk pertandingan melawan Lyon dinihari nanti.

“Dalam 11 pertandingan terakhir, dia mencetak 15-16 gol dan adalah seorang pemimpin yang mematok kecepatan bagi semuanya. Dia berada dalam kondisi terbaik dengan cara yang meyakinkan. Saat dia memiliki rasa antusias itu, kecepatan itu, saat ia membawanya serta ke sesi latihan, itu berarti segalanya bagi rekan-rekan setimnya,” ujar Sarri dikutip dari Football Italia.

Meski akan bermain di markas lawan, Juventus di atas kertas tentu saja lebih diunggulkan menang dalam pertandingan nanti. Apalagi, mereka begitu bertekad memenangkan gelar Liga Champions Eropa yang sudah diidamkan para fans sejak lama.

Akankah Ronaldo tampil bersinar dalam pertandingan nanti ? Patut dinantikan.

Hanya Imbang di Leg Pertama, MU Tetap Yakin Bisa Lolos

Manchester United gagal meraih kemenangan pada pertandingan leg pertama babak 32 besar Liga Europa melawan Club Brugge. Pertandingan yang berlangsung di Belgia tersebut hanya berakhir imbang. Namun, Setan Merah masih yakin peluang lolos ke babak 16 besar.

Seperti diketahui, Manchester United bertandang ke Belgia untuk menghadapi Club Brugge pada pertandingan leg pertama babak 32 Besar liga Europa, Jum’at (21/02). Saat laga baru memasuki menit ke-15, Gawang Sergi Romero kebobolan oleh Emmanuel Denis.

Anthony Martial kemudian mencetak gol pada menit 36. Memanfaatkan kesalahan di lini belakang Club Brugge, pemain asal Prancis tersebut dengan tenang bisa melewati bek lawan dan membobol gawang Mignolet.

Tentu saja hasil imbang 1-1 ini tidak bisa dikatakan bagus bagi Manchester United, tapi juga tidak buruk. Mereka masih punya peluang untuk lolos ke babak 16 besar, dan gelandang Juan Mata tampak optimis dan percaya diri dengan peluang tersebut.

“Kami percaya bahwa kami bisa menang di kandang dan kami bisa lolos. Kami menghormati Club Brugge, mereka bermain sangat baik di liga dan mereka punya manajer yang bagus. Mereka punya pertahanan yang kuat dan sulit ditembus,” ucap Juan Mata dikutip dari situs resmi United.

Lebih lanjut, mantan pemain Chelsea ini merasa bahwa Manchester United harus berterima kasih kepada Anthony Martial. Pasalnya, penyerang muda Prancis sudah mencetak satu gol yang akan jadi modal besar untuk lolos ke babak 16 besar saat melakoni leg kedua nanti.

“Jika Anda ingin memiliki satu pemain untuk satu lawan satu dengan kiper, dia adalah salah satu yang terbaik di tim kami. Martial sangat tenang, sangat tenang dan penyelesaian akhirnya sangat bagus. Dia mencetak gol tandang yang sangat penting,” tambahnya.

Adapun, pertandingan leg kedua antara Manchester United melawan Club Brugge akan berlangsung di Old Trafford pada Jumat (28/2/2020) yang akan datang. Untuk bisa lolos ke babak 16 Besar, Setan merah yang akan bermain sebagai tuan rumah hanya perlu hasil imbang 0-0 atau menang setidaknya dengan gap satu gol.