Begini Rencan Andrea Pirlo di Juventus

Sejak resmi diumumkan sebagai pelatih Juventus, Andrea Pirlo memang belum pernah mengungkapkan rencananya. Namun, dalam kesempatan terbaru, dia akhirnya bersedia angkat bicara.

Juventus telah memecat Maurizio Sarri dari Kursi Pelatih, meskipun eks Chelsea berhasil membawa klub pertahankan gelar Serie A, tapi kiprah Ronaldo dkk di ajang Liga Champions Eropa mengecewakan.

Puncaknya adalah mereka tersingkir di babak 16 besar oleh tim kuda hitam, Olympique Lyon. Cepat setelah kegagalan itu, Klub mengumumkan pemecatan Sarri dari kursi pelatih.

Pemecatan itu tentu tidak mengejutkan, karena Juve mendapati serangkaian hasil negatif musim ini. Yang justru mengejutkan adalah pemilihan Pirlo sebagai manajer baru.

Andrea Pirlo masih hijau di pentas kepelatihan, walau punya reputasi emas sebagai pemain. Andrea Pirlo baru mendapatkan lisensi kepelatihannya pada akhir tahun kemarin.

Bahkan, sebelumnya sang legenda ditunjuk menjadi manajer U-23 dan belum sempat bekerja di posisi tersebut.

Tapi bukan berarti Pirlo tidak punya potensi jadi pelatih hebat. Saat membeberkan rencananya di Juve, sang legenda mengaku akan berupaya membawa klub kembali mengusung antusiasme tinggi seperti saat dilatih Antonio Conte dulu.

“Mungkin kami bisa mencapai tingkat keinginan dan kohesi pada era itu. Itulah yang ingin saya kemukakan kembali, prinsip, DNA etos kerja dan pengorbanan, berkeringat untuk satu sama lain, dan hanya dengan cara ini Anda dapat mencapai tujuan,”

“Saya ingin membawa antusiasme, apa yang telah hilang akhir-akhir ini,” ucap Andrea Pirlo dikutip dari Goal International

Lebih lanjut, Pirlo akan menuntut para pemain Juventus untuk mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan. Dia tidak akan mematenkan formasi terentu nantinya, itu akan bergantung pada tim yang akan dihadapi.

“Saya memberitahu para pemain dua hal: Anda harus selalu mempertahankan bola dan saat kehilangan, anda harus segera mengambilnya kembali dengan cepat,”

“Secara taktik kami bisa bermain dengan empat ataupun tiga bek, saya tidak menetapkan formasi,” kata Andrea Pirlo.

Adapun, Serie A Italia musim 2020/21 sudah akan digulirkan pada tanggal 19 September mendatang, artinya kurang dari empat pekan lagi.

Musim Depan, Manchester United Akan Bangkit

Fred mengaku kecewa atas kegagalan Manchester United mencapai babak final Liga Europa musim ini, tapi dia yakin Setan Merah bakal bangkit dan jadi penantang gelar musim depan.

Seperti diketahui, sebelumnya Manchester United berpotensi untuk menutup musim 2019/20 dengan trofi juara usai mengamankan tiket ke semifinal Liga Europa.

Sayangnya, harapan klub Prmeier League untuk mengangkat trofi tersebut harus kandas. Pasalnya saat berhadapan dengan Sevilla di babak empat besar, pasukan Ole Gunnar Solskjaer takluk dengan skor 2-1.

Mengingat liga Europa musim ini, terhitung sejak babak perempat final hanya terdiri dari satu leg saja, secara otomatis Manchester United tersingkir. Tentu ini mengecewakan, termasuk bagi gelandang andalan mereka, Fred.

“Kemarin merupakan malam yang berat dan juga menyakitkan,” tulis Fred di akun instagramnya.

Kendati kecewa dengan kekalahan di semi final Liga Europa tersebut, Fred menegaskan bahwa dia tetap merasa bangga dengan pencapaian tim sejauh ini. Klub sudah berjuang sampai akhir hanya saja hasilnya tidak sesuai dengan harapan.

“Saya rasa kami telah berjuang hingga menit terakhir dan saya benar-benar bangga bisa menjadi bagian dari tim ini.” Tandasnya.

Pemain asal Brazil ini lantas berterima kasih kepada fans atas dukungan yang terus diberikan selama musim ini. Fred yakin musim depan klub bakal bangkit dengan menjadi penantang gelar juara musim depan.

“Musim ini telah berakhir dan saya berterima kasih kepada Tuhan dan semua orang yang telah mendukung kami. Sekarang kami akan beristirahat dan mempersiapkan diri untuk musim depan. UNITED!” ujarnya.

Di ajang Premier League sendiri, Manchester united memang menuai hasil yang bagus. Tak ada yang memprediksi mereka bisa finish di peringkat ke-3 pada klasemen akhir.

Sekarang, Skuat Manchester United punya waktu total empat minggu untuk berlibur dan juga mempersiapkan musim 2020/21. Turnamen EPL dikonfirmasi akan dimulai kembali pada tanggal 12 September mendatang.

Mereka dipercaya akan merekrut beberapa pemain anyar pada musim panas ini demi menjadi penantang gelar juara musim depan.

Rudi Garcia Puas Bukan Main Usai Singkirkan Juve

Juru taktik Olympique Lyon, Rudi Garcia begitu semringah setelah berhasil menyingkirkan tim sekelas Juventus dari ajang Liga Champions Eropa. Menurutnya, ini merupakan salah satu momen yang paling memuaskan sepanjang karir sebagai pelatih sepakbola.

Lyon bertandang ke Allianz Stadium guna melakoni leg kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa dinihari WIB tadi (8/08). Pada pertandingan tersebut, bisa dikatakan wakil Prancis ini punya modal bagus usai kemenangan 1-0 pada leg pertama.

Benar saja, mereka tampil percaya diri dan mampu membuat Bianconeri di bawah tekanan ketika pada menit ke-12 unggul lewat penalti Memphis Depay. Sebelum babak pertama berakhir, Juventus menyamakan kedudukan lewat Cristiano Ronaldo.

Mega bintang Portugal tersebut kembali mencatatkan nama di papan skor pada awal babak kedua, sehingga Juve berbalik unggul 2-1. Sayang, keunggulan tersebut bertahan sampai laga berakhir, Juve tersingkir karena aturan gol tanda.

Selepas laga tersebut pelatih Lyon, Rudi Garcia mengungkapkan betapa bahagia dirinya membawa wakil Prancis melaju ke perempat final Liga Champions Eropa. Apalagi, tim yang dia singkirkan adalah Juventus.

“Ini salah satu momen paling memuaskan dalam karir saya, dan berhasil melewati Juventus benar-benar luar biasa,”

“Kita melihat malam ini betapa pentingnya hasil leg pertama, menang 1-0 di kandang tanpa kebobolan. Kami lolos sebelum melangkah ke lapangan, kemudian kami mengonversi penalti untuk unggul 1-0, tapi kami tahu di mana kami berada,” ujarnya kepada Sky Sport Italia.

Mantan pelatih AS Roma ini mengakui bahwa gol balasan Juventus lewat Cristiano Ronaldo membuat tuan rumah kian percaya diri. Untung saja para pemainnya tetap tenang dan mampu mempertahankan ritme sampai laga usai.

“Penalti Ronaldo beberapa saat sebelum babak pertama berakhir menyakiti kami. Juventus tak terlalu berbahaya sebelum itu, dan setelah gol itu mereka mendapatkan kepercayaan diri,”

“Cristiano Ronaldo kemudian mencetak gol level Liga Champions yang sebenarnya, tetapi kami tetap tenang dan itulah yang paling saya hargai dari tim saya. Kami tak panik, kami terus bekerja keras dan semua orang berkontribusi memertahankan bola,” tandasnya.

MU Tak Akan Biarkan Liverpool Juara Lagi Musim Depan

Manchester United tentu saja tak senang melihat rival abadinya, Liverpool terlalu merajalela seperti pada Premier League musim 2019/2020. Karena itu gelandang Nemanja Matic menegaskan bahwa MU harus berjuang merebut titel Premier League musim depan.

Sebagaimana diketahui, Manchester United memang sudah kesulitan terlibat dalam pacuan juara Premier League sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013. Bahkan itu masih berlaku sampai sekarang.

Musim ini, terutama di paruh kedua, Manchester United arahan Ole Gunnar Solskjaer mampu bangkit dan tampil lebih baik sampai akhirnya mereka finish di peringkat ke-3 pada klasemen akhir Premier League.

Kendati demikian, klub berjuluk Setan Merah faktanya masih tertinggal 18 poin dari sang juara, Liverpool. Matic mengatakan pada musim depan MU harus lebih memberikan tekanan besar kepada Liverpool dan Manchester City.

Pemain Serbia ini meminta Manchester United untuk tidak membiarkan Liverpool kembali meraja lela musim depan.

“Secara personal saya akan senang memenangi Premier League bersama Manchester United. Saya rasa klub kami selalu perlu bertarung untuk titel. Kami selalu perlu berusaha melakukan yang terbaik untuk klub ini, yang juga kami lakukan saat ini.”

“Kami tak boleh membiarkan ada klub yang menjuarai liga dengan 7 atau 10 laga sebelum musim berakhir. Jadi, kami harus bertarung hingga akhir,” kata Matic dalam wawancara dengan Inside United, Sabtu (1/8/2020).

Tak sedikit pihak yang beranggapan bahwa Manchester United bakal sulit ikut berpacu dalam perburuan gelar juara, karena mereka hanya mengandalkan barisan pemain muda tidak berpengalaman.

Namun, Matic tidak sependapat dengan anggapan tersebut. Pasalnya, beberapa pemain muda yang dimaksud itu sudah cukup lama bermain di Premier League.

“Tentu saja, kami punya tim muda, tapi ini tak bisa dijadikan alasan. Saya rasa para pemain muda ini sudah bermain beberapa musim juga. Jadi, mulai musim depan, kami harus bertarung memperebutkan titel. Saya tak tahu apakah kami akan memenanginya, tapi saya yakin kami bisa bertarung sampai akhir,”

“Itu target personal saya. Saya rasa seluruh anggota tim juga punya pikiran yang sama,” imbuh pemain asal Serbia itu.

Menurut Carragher, Salah Kurang Dapat Apresiasi dari Fans

Jamie Carrargher menganggap Mohamed Salah sebagai salah satu pemain kunci dalam skuat Liverpool, tapi ironisnya ia kurang dihargai oleh fans The Reds.

Pemain Mesir itu bergabung dengan Tim Marseyside terhitung sejak dibeli dari AS Roma pada bursa transfer musim panas tahun 2017 lalu. Bisa dikatakan, sejak hari pertama eks Chelsea ini langsung nyetel bersama rekan-rekannya di Anfield.

Bahkan, di musim perdananya dia langsung menjadi Top Skorer Premier League dan mencatatkan sejumlah rekor luar biasa. Tapi ketika itu banyak yang menganggap remeh sang pemain dan mengklaim Salah cuma sensasi satu musim saja.

Pada musim kedua di Liverpool, Salah memang tidak se-produktif musim pertama, tapi yang bersangkutan tetap bisa menjadi top skor Premier League lagi. Walau begitu, pemain Mesir tetap dipandang Remeh.

Padahal saat itu Salah juga mengantarkan Liverpool jadi juara Liga Champions Eropa. Bahkan musim ini, kendati pemain asal Mesir itu sukses mempersembahkan gelar juara Premier League pada tim Marseyside, dia tetap tak mendapat apresiasi yang layak.

“Ia sekarang sebenarnya diremehkan dan kurang dihargai, bahkan oleh pendukung Liverpool sendiri. Alasannya adalah karena ia memulai dengan 47 gol dalam satu musim. Itu aneh, itu seperti musim terbaik dalam hidupnya.”

“Apa pun yang ia lakukan setelah itu terasa seperti adanya penurunan performa. Tapi nyata, tidak. Ia adalah pemain yang akan memberi Anda 25 gol setiap musim. Angka-angkanya di luar biasa, dalam hal gol dan assist, lebih tinggi dari pemain Liverpool lainnya dalam sejarah,” kata Carragher pada Sky Sports.

Dalam beberapa musim terakhir ini, Liverpool selalu mengandalkan tiga pemain di lini serang mereka, Salah, Mane dan Firmino. Namun setiap kali salah satu dari mereka absen, performa The Reds selalu tampak memble.

“Tiga pemain di depan sama baiknya dengan siapa pun di Eropa, tetapi setiap kali salah satu dari mereka absen, ada penurunan besar-besaran,”

“Ketika Liverpool kehilangan poin di Manchester United, Salah tidak bermain. Itu sebabnya Liverpool perlu memperkuat tiga pemain di lini depan,” sambungnya.

Chelsea Jangan Sampai Lepas N’Golo Kante

Dennis Wise menyarankan Chelsea untuk tidak melepas gelandang Prancis, N’Golo Kante pada bursa transfer musim panas nanti.

Sejak dibeli dari Leicester City pada bursa transfer musim panas tahun 2016 silam, N’Golo Kante berhasil jadi pilar penting Chelsea. Bahkan bisa dikatakan pemain Prancis memegang andil besar atas keberhasilan klub jadi juara Premier league di musim 2016/17.

Akan tetapi, dalam beberapa bulan terakhir ini terdengar kabar yang mengklaim bahwa Kante bakal dijual oleh pelatih anyar klub, Frank Lampard. Rencana tersebut tak lepas dari fakta bahwa sang pemain kerap kali mengalami cedera musim ini.

Terkait dengan hal tersebut, Dennis Wise berharap agar Chelsea tidak buru-buru menjual Kante, karena dia yakin sang pemain masih krusial bagi The Blues.

“Saya bisa bilang bahwa sosok utama di lini tengah Chelsea adalah Kante,” ujar Wise kepada Express.

Lagipula, di satu sisi klub juga tidak menemukan masalah seiring cederanya Kante karena masih ada solusi lain seperti Mateo Kovacic, Mason Mount dan Ross Barkley.

“Mereka memiliki gelandang yang bagus seperti Kovacic, Barkley atau Mount. Saya rasa tiga dari empat pemain itu akan cocok dimainkan di formasi tiga gelandang.”

“Mason Mount sudah bermain dengan sangat bagus, dan Barkley juga berhasil bangkit dari periode yang kurang baik. Mereka juga memiliki Loftus-Cheek dan pemain muda Gilmour. Jadi mereka punya banyak pemain berkualitas.” Tandasnya.

Tapi, diantara ketiga pemain tersebut, Dennis Wise mengakui bahwa N’Golo Kante adalah yang terbaik.

“Sangat sulit untuk memilih tiga pemain dari semua gelandang mereka, namun saya yakin satu nama yang harus dipilih adalah Kante. Dia memiliki peran yang sangat penting di tim ini.” Tandasnya.

Adapun, Chelsea sendiri saat ini sedang bersiap untuk menjalani laga berat. Mereka akan berhadapan dengan Liverpool dalam lanjutan Premier League. Dalam laga tersebut, pasukan Frankn Lampard wajib menang untuk mengamankan satu tempat di ajang Liga Champions Eropa musim depan.

Pasalnya, di peringkat ke-3, Chelsea hanya unggul satu poin saja atas Manchester United yang berada di posisi ke-5.

Solskjaer Isyaratkan Rotasi Pemain Saat Lawan Crystal Palace

Pertandingan melawan Crystal Palace akan sangat krusial bagi Manchester United, tapi menariknya pelatih Ole Gunnar Solskjaer justru berencana untuk melakukan rotasi pemain dalam laga nanti.

Saat ini, Manchester United masih menempati peringkat ke-5 pada klasemen sementara Premier League. Di posisi tersebut, pasukan Solskjaer hanya tertinggal selisih gol saja dari empat besar, bahkan hanya terpaut empat poin dari peringkat ke-3, Chelsea.

Jarak empat poin dengan Chelsea disebabkan pasukan Frank Lampard memenangkan Matchdays ke-36 Premier League dinihari tadi melawan Norwich City. Sedangkan, Manchester United sendiri baru akan memainkan pekan ke-36 menghadapi Crystal Palace, Jum’at mendatang.

Harusnya, Manchester United memaksimalkan tiga pertandingan tersisa demi merebut satu tempat di empat besar klasemen akhir Premier League, termasuk saat melawan Crystal Palace besok.

Tapi menariknya, pelatih Ole Gunnar Solskjaer justru mengindikasikan bahwa timnya akan melakukan rotasi pemain dalam laga nanti.

“Ada beberapa pemain yang diragukan bermain sebelum pertandingan mealwan Southampton, namun mereka berhasil fit di hari pertandingan. Saat ini kami ingin memberikan waktu kepada para pemain kami yang mengalami cedera untuk memulihkan diri”

“kami tidak akan menutup pintu bagi mereka untuk pertandingan ini. Namun saya rasa akan ada satu atau dua pemain yang masuk ke tim ini.” Kata Solskjaer yang dikutip Manchester Evening News.

Menurut beberapa media Inggris, kebijakan rotasi ini disebabkan oleh fakta bahwa Manchester United akan berhadapan dengan Chelsea beberapa hari berikutnya di semifinal Piala FA. Solskjaer dianggap akan menyimpan para pemain terbaiknya.

Tapi, Solskjaer membantah anggapan tersebut serta menegaskan bahwa kedua pertandingan itu sangat berbeda.

“Susunan pemain di pertandingan hari Kamis nanti berdasarkan kebutuhan kami di hari Kamis, dan bukannya pertandingan di hari Minggu. Pertandingan di hari Minggu itu tidak relevan saat ini, dan saya saat ini hanya memikirkan pertandingan hari Kamis.” ujarnya.

Memang di sisa musim ini, Manchester United hanya bisa memperjuangkan dua gelar juara saja, Piala FA dan Liga Europa. Karena itu, wajar jika Setan Merah bertekad menembus final Piala FA dengan mengalahkan Chelsea.

Jack Grealish Disarankan Tak Tergoda Gabung MU

Mantan pemain Aston Villa, Darren Bent memberikan peringatan kepada Jack Grealish terkait dengan bursa transfer mendatang. Bukan ingin ikut campur, tapi jika boleh memberi saran sebaiknya sang playmaker mengurungkan niat untuk gabung Manchester united.

Musim ini, harus diakui bahwa Jack Grealish adalah pemain yang paling menonjol di Aston Villa. Playmaker berusia 24 tahun itu memberikan kontribusi yang besar dalam perjalanan The Villas sejak awal sampai sekarang.

Tak heran, fakta tersebut membuat Jack Grealish mulai banyak digosipkan akan meninggalkan Aston Villa pada bursa transfer musim panas mendatang. Bahkan, disebutkan bahwa pemain 24 tahun itu akan jadi salah satu incaran utama Manchester United.

Mengenai rumor itu, Darrent Bent hanya bisa menyarankan agar Jack Grealish tidak tergiur untuk merapat ke Old Trafford.

“Saya tidak bisa melihat ia bisa masuk ke dalam tim United saat ini,” beber Bent kepada talkSPORT.

Bukan tanpa alasan, menurutnya karakter Jack Grealish mirip sekali dengan Paul Pogba, sehingga rasanya tak mungkin Solskjaer mengabaikan superstar Prancis tersebut dan memberikan kesempatan kepada pendatang baru. Apalagi, ada sosok Bruno Fernandez.

“Saat ini Grealish tidak bisa bermain untuk MU karena ada Pogba dan Fernandes. Mereka tidak bisa memainkan Pogba, Fernandes dan Grealish bersamaan karena pertahanan mereka akan kacau balau.”

“Sekarang coba kita lihat trio lini serang mereka, ada Martial, Rashford dan Greenwood. Saya rasa ia juga tidak bisa bermain di posisi tersebut.”

Jack Grealish memang pemain yang berkualitas, tapi untuk saat ini masih belum bisa bersaing dengan pemain sekelas Bruno Fernandes dan Paul Pogba.

“Ia memang memiliki kemampuan yang bagus, namun ia tidak bisa merebut tempat Fernandes atau tempat Pogba dan mereka tidak bisa bermain bersama, karena Pogba tidak mau bermain sebagai gelandang bertahan.” Tandasnya.

Kabarnya, Manchester United memang sudah memulai pergerakan untuk mendekati sang gelandang demi melancarkan rencana transfer pada musim panas mendatang.

Pihak Aston Villa diklaim tak keberatan kehilangan Jack Grealish asal MU siap menebus banderolnya sebesar 80 Juta Poundsterling.

Arthur Melo Sudah Tepat Gabung Juventus

Eks pelatih Brazil, Luiz Felipe Scolari menilai bahwa kepindahan Arthur Melo menuju Juventus adalah keputusan yang tepat. Menurut pandangannya, Bianconneri memang merupakan tempat yang ideal bagi sang pemain.

Seperti diketahui, gelandang muda Brazil tersebut memang telah sepakat untuk meninggalkan Barcelona dan bergabung dengan klub raksasa Italia, Juventus.

Bisa dikatakan proses transfer ini cukup rumit, semuanya bermula dari minat Barcelona terhadap gelandang Juventus, Miralem Pjanic.

Bianconneri bersedia melepas gelandang berpengalaman asal Serbia tersebut, namun dengan syarat Arthur Melo harus bergabung dengan mereka. Sedangkan di satu sisi, Arthur enggan pindah dari Camp Nou, tak heran jika proses negosiasi antara kedua kubu sempat tersendat.

Akhirnya, Arthur bersedia merapat ke Juventus dan bahkan sang pemain Brazil juga sudah menjalani tes medis pada akhir pekan kemarin. Transfer inipun sudah diumumkan tuntas sejak senin kemarin (29/06).

Artinya, sekarang tinggal menunggu kampanye musim ini berakhir untuk kedua pemain sama-sama diperkenalkan sebagai pemain anyar kedua klub.

Transfer inipun menuai dukungan dari berbagai pihak, termasuk mantan pelatih Timnas Brazil, Luis Felipe Scolari. Menurutnya, keputusan Arthur untuk pindah ke Turin memang sudah tepat.

“Turin adalah tempat yang ideal untuk Arthur. Sudah menjadi bukti bahwa dia bermain dengan baik saat masih berumur 18 tahun” Demikian ujar Scolari saat berbincang kepada Gazzetta Dello Sport.

Lebih lanjut, mantan pelatih Real Madrid ini menganggap Arthur sebagai gelandang yang ciamik dalam urusan mengirim bola ke lini depan.

“Dia bermain dengan kepala yang tegak, bisa memberikan operan sesegera mungkin, menghindari pengawalan baik kepada dirinya sendiri maupun tujuan operannya.”

“Secara fisik, dia tidak begitu kuat. Namun dengan kesadaran posisi, dia bisa menutupinya. Saya pikir peran idealnya ialah gelandang kedua yang bertugas mendistribusikan bola,” lanjutnya.

Arthur sendiri sebenarnya sempat bersikeras untuk tetap bertahan di Barcelona, dan Scolari mengakui bahwa tidak pernah mudah meninggalkan klub sekelas Barcelona.

“Tidak pernah mudah meninggalkan Barcelona. Dia memiliki ekspektasi yang berbeda dan inilah mengapa sepak bola di Italia adalah opsi terbaik untuknya,” tambahnya.

Stefano Pioli Masih Belum Ikhlas Dengan Kekalahan dari Juve

Juru Taktik AC Milan, Stefano Pioli ternyata masih belum bisa terima dengan kekalahan timnya di babak semifinal Coppa Italia melawan Juventus. Bahkan, mantan pelatih Inter Milan ini menuding bahwa Bianconneri diuntungkan wasit.

AC Milan sebenarnya tidak kalah dari Juventus, pada leg pertama yang berlangsung di Allianz Stadium mereka hanya bermain imbang 1-1. Sedangkan pada leg kedua di San Siro, Ibrahimovic dkk hanya bermain imbang tanpa gol.

Bahkan, pada pertandingan leg pertama, Rossoneri sempat unggul lebih dulu lewat gol yang dicetak oleh Ante Rebic. Tapi, dewi fortuna tak memihak, Juve bisa membalas melalui penalti Cristiano Ronaldo jelang laga babak kedua berakhir.

Sementara pada pertemuan kedua di San Siro, Milan juga tak bisa berbuat banyak, apalagi setelah Rebic terkena kartu merah. Skor imbang 0-0 tak ayal membuat Milan tersingkir karena agresivitas gol tandang.

Laga melawan Juventus memang sudah berlalu, akan tetapi pelatih Stefano Pioli ternyata masih belum bisa mengikhlaskan kekalahan timnya dari Juve itu. Dia masih kecewa dan mengklaim bahwa kinerja wasit yang buruk adalah penyebab utama kekalahan timnya.

“Kami sangat peduli tentang Coppa Italia, jadi mengecewakan untuk tersingkir seperti itu, tapi kami mendorong mereka sampai akhir,”

“Penyesalan terbesar adalah tentang leg pertama. Sebagian kesalahan kami sendiri dan sebagian keputusan wasit,” ucapnya seperti dilansir Football Italia.

Tapi terlepas dari kegagalan tersebut, Stefano Pioli tetap melayangkan sanjungan kepada skuatnya yang menurut dia tetap mampu tampil cemerlang setelah lama tidak berlatih.

“Kami memegang pertahanan dengan luar biasa, terutama di bek sentral, dan itu harus membuktikan bahwa kami bisa menjadi solid, sebab kami butuh kemampuan seperti ini untuk maju dalam sisa musim,” ujarnya kepada Rai Sport.

Hanya saja, bukan berarti hal tersebut pertanda positif bagi AC milan. Mantan pelatih Inter Milan ini merasa bahwa masih ada yang harus dibenahi oleh anak asuhnya, terutama konsistensi.

“Ini mengecewakan, sebab kami sangat ingin bermain di final. Apa yang kami butuhkan sekarang adalah menjadi lebih konsisten,” tegas Pioli.