Rudi Garcia Puas Bukan Main Usai Singkirkan Juve

Juru taktik Olympique Lyon, Rudi Garcia begitu semringah setelah berhasil menyingkirkan tim sekelas Juventus dari ajang Liga Champions Eropa. Menurutnya, ini merupakan salah satu momen yang paling memuaskan sepanjang karir sebagai pelatih sepakbola.

Lyon bertandang ke Allianz Stadium guna melakoni leg kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa dinihari WIB tadi (8/08). Pada pertandingan tersebut, bisa dikatakan wakil Prancis ini punya modal bagus usai kemenangan 1-0 pada leg pertama.

Benar saja, mereka tampil percaya diri dan mampu membuat Bianconeri di bawah tekanan ketika pada menit ke-12 unggul lewat penalti Memphis Depay. Sebelum babak pertama berakhir, Juventus menyamakan kedudukan lewat Cristiano Ronaldo.

Mega bintang Portugal tersebut kembali mencatatkan nama di papan skor pada awal babak kedua, sehingga Juve berbalik unggul 2-1. Sayang, keunggulan tersebut bertahan sampai laga berakhir, Juve tersingkir karena aturan gol tanda.

Selepas laga tersebut pelatih Lyon, Rudi Garcia mengungkapkan betapa bahagia dirinya membawa wakil Prancis melaju ke perempat final Liga Champions Eropa. Apalagi, tim yang dia singkirkan adalah Juventus.

“Ini salah satu momen paling memuaskan dalam karir saya, dan berhasil melewati Juventus benar-benar luar biasa,”

“Kita melihat malam ini betapa pentingnya hasil leg pertama, menang 1-0 di kandang tanpa kebobolan. Kami lolos sebelum melangkah ke lapangan, kemudian kami mengonversi penalti untuk unggul 1-0, tapi kami tahu di mana kami berada,” ujarnya kepada Sky Sport Italia.

Mantan pelatih AS Roma ini mengakui bahwa gol balasan Juventus lewat Cristiano Ronaldo membuat tuan rumah kian percaya diri. Untung saja para pemainnya tetap tenang dan mampu mempertahankan ritme sampai laga usai.

“Penalti Ronaldo beberapa saat sebelum babak pertama berakhir menyakiti kami. Juventus tak terlalu berbahaya sebelum itu, dan setelah gol itu mereka mendapatkan kepercayaan diri,”

“Cristiano Ronaldo kemudian mencetak gol level Liga Champions yang sebenarnya, tetapi kami tetap tenang dan itulah yang paling saya hargai dari tim saya. Kami tak panik, kami terus bekerja keras dan semua orang berkontribusi memertahankan bola,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *