Arthur Melo Sudah Tepat Gabung Juventus

Eks pelatih Brazil, Luiz Felipe Scolari menilai bahwa kepindahan Arthur Melo menuju Juventus adalah keputusan yang tepat. Menurut pandangannya, Bianconneri memang merupakan tempat yang ideal bagi sang pemain.

Seperti diketahui, gelandang muda Brazil tersebut memang telah sepakat untuk meninggalkan Barcelona dan bergabung dengan klub raksasa Italia, Juventus.

Bisa dikatakan proses transfer ini cukup rumit, semuanya bermula dari minat Barcelona terhadap gelandang Juventus, Miralem Pjanic.

Bianconneri bersedia melepas gelandang berpengalaman asal Serbia tersebut, namun dengan syarat Arthur Melo harus bergabung dengan mereka. Sedangkan di satu sisi, Arthur enggan pindah dari Camp Nou, tak heran jika proses negosiasi antara kedua kubu sempat tersendat.

Akhirnya, Arthur bersedia merapat ke Juventus dan bahkan sang pemain Brazil juga sudah menjalani tes medis pada akhir pekan kemarin. Transfer inipun sudah diumumkan tuntas sejak senin kemarin (29/06).

Artinya, sekarang tinggal menunggu kampanye musim ini berakhir untuk kedua pemain sama-sama diperkenalkan sebagai pemain anyar kedua klub.

Transfer inipun menuai dukungan dari berbagai pihak, termasuk mantan pelatih Timnas Brazil, Luis Felipe Scolari. Menurutnya, keputusan Arthur untuk pindah ke Turin memang sudah tepat.

“Turin adalah tempat yang ideal untuk Arthur. Sudah menjadi bukti bahwa dia bermain dengan baik saat masih berumur 18 tahun” Demikian ujar Scolari saat berbincang kepada Gazzetta Dello Sport.

Lebih lanjut, mantan pelatih Real Madrid ini menganggap Arthur sebagai gelandang yang ciamik dalam urusan mengirim bola ke lini depan.

“Dia bermain dengan kepala yang tegak, bisa memberikan operan sesegera mungkin, menghindari pengawalan baik kepada dirinya sendiri maupun tujuan operannya.”

“Secara fisik, dia tidak begitu kuat. Namun dengan kesadaran posisi, dia bisa menutupinya. Saya pikir peran idealnya ialah gelandang kedua yang bertugas mendistribusikan bola,” lanjutnya.

Arthur sendiri sebenarnya sempat bersikeras untuk tetap bertahan di Barcelona, dan Scolari mengakui bahwa tidak pernah mudah meninggalkan klub sekelas Barcelona.

“Tidak pernah mudah meninggalkan Barcelona. Dia memiliki ekspektasi yang berbeda dan inilah mengapa sepak bola di Italia adalah opsi terbaik untuknya,” tambahnya.

Stefano Pioli Masih Belum Ikhlas Dengan Kekalahan dari Juve

Juru Taktik AC Milan, Stefano Pioli ternyata masih belum bisa terima dengan kekalahan timnya di babak semifinal Coppa Italia melawan Juventus. Bahkan, mantan pelatih Inter Milan ini menuding bahwa Bianconneri diuntungkan wasit.

AC Milan sebenarnya tidak kalah dari Juventus, pada leg pertama yang berlangsung di Allianz Stadium mereka hanya bermain imbang 1-1. Sedangkan pada leg kedua di San Siro, Ibrahimovic dkk hanya bermain imbang tanpa gol.

Bahkan, pada pertandingan leg pertama, Rossoneri sempat unggul lebih dulu lewat gol yang dicetak oleh Ante Rebic. Tapi, dewi fortuna tak memihak, Juve bisa membalas melalui penalti Cristiano Ronaldo jelang laga babak kedua berakhir.

Sementara pada pertemuan kedua di San Siro, Milan juga tak bisa berbuat banyak, apalagi setelah Rebic terkena kartu merah. Skor imbang 0-0 tak ayal membuat Milan tersingkir karena agresivitas gol tandang.

Laga melawan Juventus memang sudah berlalu, akan tetapi pelatih Stefano Pioli ternyata masih belum bisa mengikhlaskan kekalahan timnya dari Juve itu. Dia masih kecewa dan mengklaim bahwa kinerja wasit yang buruk adalah penyebab utama kekalahan timnya.

“Kami sangat peduli tentang Coppa Italia, jadi mengecewakan untuk tersingkir seperti itu, tapi kami mendorong mereka sampai akhir,”

“Penyesalan terbesar adalah tentang leg pertama. Sebagian kesalahan kami sendiri dan sebagian keputusan wasit,” ucapnya seperti dilansir Football Italia.

Tapi terlepas dari kegagalan tersebut, Stefano Pioli tetap melayangkan sanjungan kepada skuatnya yang menurut dia tetap mampu tampil cemerlang setelah lama tidak berlatih.

“Kami memegang pertahanan dengan luar biasa, terutama di bek sentral, dan itu harus membuktikan bahwa kami bisa menjadi solid, sebab kami butuh kemampuan seperti ini untuk maju dalam sisa musim,” ujarnya kepada Rai Sport.

Hanya saja, bukan berarti hal tersebut pertanda positif bagi AC milan. Mantan pelatih Inter Milan ini merasa bahwa masih ada yang harus dibenahi oleh anak asuhnya, terutama konsistensi.

“Ini mengecewakan, sebab kami sangat ingin bermain di final. Apa yang kami butuhkan sekarang adalah menjadi lebih konsisten,” tegas Pioli.

Jadi Pimpinan Arsenal? Begini Tanggapan Arsene Wenger

Belakangan, mulai terdengar desas-desus tentang pergantian kepemimpinan di Arsenal. Bahkan sayup-sayup terdengar kabar bahwa Arsene Wenger akan menggantikan tugas Sir Chips Keswick. Lantas, bagaimana tanggapan dari manajer asal Prancis tersebut?

Perlu diketahui, Sir Chips Keswick sudah bekerja sebagai kepala manajemen Arsenal selama kurang lebih 15 tahun terakhir ini. Tujuh tahun tambahan digunakan untuk memimpin klub berjuluk the Gunners tersebut, tapi sejak Mei lalu, yang bersangkutan memutuskan pensiun.

Dengan demikian, Arsenal kini sedang sibuk mencari sosok suksesor yang tepat untuk Keswick. Sedangkan Arsene Wenger sendiri sudah kenal betul seluk-beluk klub, lantaran pernah menangani klub London Utara selam kurang lebih 22 tahun.

Hanya saja, Arsene Wenger memang tidak sedang bekerja sebagai pelatih, terhitung sejak meninggalkan Arsenal pada tahun 2018 lalu. Kemudian, sejak 2019 lalu, ia secara mengejutkan memilih bergabung dengan FIFA sebagai kepala pengembangan sepak bola global.

Kendati tahun-tahun terakhirnya di Arsenal mengecewalan publik, ada banyak pihak yang masih ingin melihat Wenger berada di klub London Utara. Namun, tentu saja tidak menjadi pelatih lagi, karena pekerjaan tersebut tampaknya sudah tak ideal bagi pria asal Prancis ini.

Karenanya, beberapa orang ingin Arsene Wenger menempati posisi Keswick. Lantas, apa kata mantan pelatih AS Monaco mengenai hal tersebut? Pria asal Prancis menolaknya.

“Kandidatnya mengatakan bahwa dia bukanlah kandidat,” tuturnya singkat kepada beIN Sports.

Padahal, banyak sekali dukungan yang disuarakan sejumlah pihak agar Arsene Wenger bekerja sebagai manajemen Arsenal. Salah satunya legenda klub, Martin Keown yang menganggap pria asal Prancis itu sebagai sosok yang tepat.

“Anda tahu saya merasa bahwa itu akan menjadi jawaban yang hampir sempurna untuk Kroenke, si Kroenke muda, mungkin dia butuh orang yang lebih muda di sekitarnya, seseorang dengan pengalaman,”

“Anda harus merangkul pengetahuan yang bisa saja muncul dari balik pintu. Jadi, saya akan bertepuk tangan bila Arsenal Football Club membawa Arsene Wenger masuk ke dalam manajemen,” ujarnya ke talkSPORT.

Arsenal sendiri saat ini tengah bersiap memainkan laga lanjutan Premier League yang rencananya mulai digelar 17 Juni mendatang.

Bayer Leverkusen Akui Kai Havertz Akan Pindah Klub

Rudi Voller selaku Direktur Bayer Leverkusen akhirnya buka suara mengenai spekulasi masa depan gelandang andalan klub, Kai Havertz yang belakangan ini jadi perbincangan. Dia pun membenarkan bahwa sang pemain akan pindah klub pada musim panas mendatang.

Memang tak bisa dibantah fakta bahwa Kai Havertz adalah salah seorang bintang yang sedang bersinar dalam skuat Bayer Leverkusen. Meski baru berusia 20 tahun, yang bersangkutan sudah menjadi andalan Die Werkself selama tiga musim terakhir ini.

Jadi, wajar-wajar saja jika dipercaya ada beberapa raksasa Eropa yang berminat terhadap gelandang berusia 20 tahun tersebut, termasuk diantarannya Manchester United sampai Liverpool. Beragam rumor mulai terdengar terkait dengan masa depan sang pemain.

Berbicara mengenai spekulasi yang mulai liar bertebaran di media-media Eropa, Direktur Bayer Leverkusen, Rudi Voller akhirnya angkat bicara. Diapun membenarkan bahwa Kai Haverts berpeluang besar meninggalkan klub.

“Jika saya boleh jujur, saya punya harapan kecil bahwa ia bisa bertahan di klub kami setidaknya satu tahun lagi,” beber Voller kepada Sky Sports.

Yang bersangkutan mengakui bahwa Kai Havertz merupakan salah satu gelandang muda berbakat dan istimewa, jadi tidak heran lagi jika yang bersangkutan mulai dikaitkan dengan sejumlah klub top eropa.

“Rumor-rumor transfernya saat ini tidak mengubah fakta bahwa ia adalah pemain kelas dunia. Ia sudah menjadi pemain kelas dunia sejak beberapa tahun yang lalu.” Tandas dia.

Pihak Bayer Leverkusen tentu ingin melihat agar Kai Havertz bisa bergabung dengan klub top dunia di masa mendatang, dan mengembangkan bakatnya di atas lapangan hijau.

“Saat ini ada banyak perhatian yang mengarah kepadanya. Saya yakin suatu hari nanti ia akan pindah ke klub kelas dunia.” ujarnya.

Manchester United disebut-sebut sebagai klub yang paling dekat untuk mendapatkan servis Kai Havertz pada bursa transfer musim panas mendatang. Namun, ada satu hal yang mungkin akan menjadi kendala Setan Merah untuk mendaratkan sang pemain, yakni banderolnya.

Bayer Leverkusen dipercaya hanya akan melepas Havertz dengan banderol sebesar 85 juta pounds. Angka yang sebenarnya terjangkau, tapi dipercaya kondisi finansial Setan Merah sedang goyah.