Setelah Pulih dari Cedera Parah, Asensio Merasa Jadi Pemain Baru Madrid

Pandemi Covid-19 memang telah membawa dampak negatif bagi hampir seluruh aspek kehidupan, namun dibaliknya ada hikmah positif. Salah satunya bagi para pemain sepakbola yang awalnya diprediksi absen sampai akhir musim, kini mereka bisa bermain lagi saat liga digulirkan kembali.

Hal yang sama juga terjadi pada penyerang muda Spanyol, Marco Asensio yang mengalami cedera parah sejak awal musim ini.

Saat skuat arahan Zinedine Zidane memainkan laga pra musim, Asensio mengalami cedera ACL Parah yang diprediksi baru pulih setelah musim 2019/20 ini berakhir. Seharusnya Asensio tidak bisa bermain lagi di sisa musim ini.

Akan tetapi, Pandemi Corona kemudian membuat La Liga terhenti sementara waktu, dengan begitu Asensio masih berpeluang tampil di sisa musim ini.

Pasalnya, sang pemain sudah pulih bahkan mulai berlatih penuh bersama skuad Madrid, Rabu (27/5/2020) kemarin. Jadi, kemungkinan besar Asensio akan diturunkan lagi oleh manajer Zinedine Zidane pada sisa 11 laga musim ini, tapi tergantung pada kebijakan sang juru taktik.

Dengan kata lain, Asensio tampak seperti pemain baru bagi Real Madrid di sisa 11 laga musim ini. Sang pemain tampak sangat bersemangat dan termotivasi.

“Kami benar-benar ingin La Liga dimulai dan menghadapi 11 pertandingan sisa yang bakal jadi situasi hidup mati, kami akan mencoba dan memenangi semua yang tersisa,”

“Kami semua sudah kembali ke level fisik yang yang bagus, ada hasrat tinggi untuk segera kembali. Kami ingin berlatih bersama sebab semangat tim sedang sangat bagus.” ujar Asensio kepada Real Madrid TV.

Selanjutnya, pemain berusia 24 tahun tersebut bicara soal kondisi pemulihannya. Dia merasa lututnya sudah pulih, tidak ada masalah, dan sekarang hanya proses adaptasi saja dengan tim yang baru.

“Lutut saya merespons dengan baik dan saya merasa fisik saya sangat baik. Saya sudah menunggu lama, saya harus bersabar dan rasanya sulit melihat rekan-rekan di lapangan tapi Anda hanya di dalam gym. Namun, saya kira perjuangan ini layak sampai saat ini,” tutupnya.

Tapi sejauh ini belum ada kejelasan, kapan La Liga Spanyol akan digulirkan lagi, meski klub sudah diizinkan berlatih lagi.

Kylian Mbappe Bisa Jadi Suksesor Ronaldo di Real Madrid

Salah seorang legenda Tim Nasional Italia dan Real Madrid, Fabio Cannavaro mendukung penuh wacana perekrutan Winger Prancis, Kylian Mbappe oleh Real Madrid.

Mbappe memang tampil cemerlang sejak masih membela AS Monaco dulu, dimana hal tersebut juga yang membuatnya dibeli Paris Saint-Germain pada musim panas tahun 2017 seharga 180 Juta Euro.

Bersama dengan Les Parisiens, performa Mbappe terus berkembang, dia bahkan juga memenangkan gelar juara dunia bersama dengan Tim Nasional Prancis di tahun 2018 lalu. Jadi wajar jika pemain berusia 21 tahun tersebut menarik minat Real Madrid.

Sedangkan Cristiano Ronaldo sebelumnya adalah pemain penting Los Blancos, selama periode 2009 sampai 2018. Selama sembilan musim membela Real Madrid, kapten Timnas Portugal itu berhasil mencetak 450 gol dari 438 penampilan di seluruh ajang.

Lewat gelontoran gol-golnya tersebut, Ronaldo mempersembahkan 15 trofi juara untuk Real madrid, termasuk empat gelar Liga Champions Eropa. Namun, sejak kepergian Ronaldo ke Juventus pada Juli 2018, Real Madrid seperti kehilangan ketajaman.

Bale, Benzema, Luka Jovic, Mariano Diaz sampai yang baru didatangkan dari Chelsea, Eden Hazard masih belum mampu menjadi suksesor Ronaldo.

Nah, menurut Cannavaro, Sosok Kylian Mbappe memang tepat untuk dijadikan sebagai suksesor Ronaldo di Santiago Bernabeu.

“Real Madrid membutuhkan pemain seperti Mbappe, bintang muda yang bisa mengikuti jejak Cristiano Ronaldo,” kata Cannavaro yang kini melatih klub China, Guangzhou Evergrande.

Mbappe mahir mencetak gol seperti Ronaldo, dimana dari 120 pertandingan yang sudah dijalani bersama PSG, Kylian Mbappe sukses mendulang 90 gol. Dari segi performa, tak ada keraguan dari sosok Mbappe.

Tapi, Cannavaro ragu Real Madrid bisa membeli sang pemain, karena Paris Saint-Germain bukan tim penjual. Mereka juga berambisi menjadi juara di pentas Eropa.

“Hal normal jika Madrid ingin merekrutnya, tetapi juga harus diperhitungkan jika PSG tidak membutuhkan uang. Mereka klub ambisius dan ingin memenangkan Liga Champions,”

“Saya menilai akan sulit bagi Madrid untuk mendapatkannya. Presiden PSG adalah orang yang ingin menang, saya kenal mereka dengan baik dan mereka akan berjuang keras untuk mempertahankan Mbappe,” ucap Cannavaro.

Jika Gagal Dapatkan Messi, Moratti Ingin Inter Beli Dybala

Mantan Presiden Inter Milan, Massimo Moratti kembali lantang menyuarakan keinginannya agar Nerazzurri merekrut mega bintang Argentina, Lionel Messi. Namun, andai gagal mendapatkan servis pemain 32 tahun itu, Moratti inginkan Dybala yang merapat ke San Siro.

Sebagai informasi, Massimo Moratti sebenarnya sudah lama meninggalkan jabatannya sebagai Presiden Inter Milan. Namun ia masih sering memberikan komentar dan memberikan saran kepada bekas klub pimpinannya tersebut.

Belakangan, Moratti sering kali memberikan saran kepada Inter Milan untuk merekrut mega bintang Argentina, Lionel Messi yang kini tengah berada di penghujung kontraknya bersama Barcelona. Bagi Moratti, gagasan perekrutan Messi bukanlah imajinasi yang berlebihan.

Terlebih, selama beberapa bulan terakhir ini Barcelona juga kerap mengindikasikan minat mereka terhadap striker andalan Inter Milan, Lautaro Martinez. Bintang berusia 22 tahun tersebut bakal dijadikan sebagai suksesor Luis Suarez di lini depan raksasa Catalan.

Hanya saja, dipercaya bahwa raksasa Catalan tak setuju untuk membayar klausul rilis Lautaro Martinez yang bernilai 111 juta euro. Sebagai gantinya, juara bertahan La Liga Spanyol tersebut akan menawarkan opsi pertukaran pemain.

Karenanya, Massimo Moratti menyarankan Inter Milan agar meminta Barcelona menyertakan Messi sebagai bagian pertukaran.

“Jika Messi yang datang, itu hebat,” ujarnya pada Gazzetta dello Sport.

Tapi jika memang bintang 32 tahun itu mustahil direkrut, maka Inter harus menimbang opsi perekrutan Paulo Dybala dari klub rival, Juventus.

“Dan jika Leo mustahil didatangkan, saya ingin Dybala di posisi Toro,” seru Moratti.

Serie A Italia sendiri saat ini sedang ditangguhkan karena pandemi Virus Corona. Situasi sepakbola di Italia sedang krisis, seperti mengingatkan kita akan kasus Calciopoli di tahun 2006 silam. Setelah skandal tersebut terungkap, sepakbola tak lagi diminati di Italia.

Namun, Moratti memandangnya sebagai dua hal yang berbeda.

“Ada sedikit perbedaan. Saat itu, itu ada yang curang. Sekarang, itu adalah virus yang telah melumpuhkan planet ini,” ujar Moratti.

Belakangan ini, ada wacana pengguliran kembali kompetisi Serie A Italia. Terlebih pemerintah telah melonggarkan aturan lockdown sejak beberapa hari terakhir.