Allegri Akan Jadi Pelatih MU? Begini Jawaban Sang Agen

Manchester United merupakan salah satu klub yang dikaitkan dengan masa depan Massimiliano Allegri. Dia dipercaya akan menggantikan Solskjaer musim depan.

Massimiliano Allegri sendiri sudah menganggur terhitung sejak mengundurkan diri dari kursi manajer Juventus pada musim panas kemarin. Sejak saat itu, dia sudah dikait-kaitkan dengan sejumlah klub, termasuk Manchester united.

Spekulasi kedatangan eks Manajer AC Milan di Old trafford bahkan sudah terdengar saat Jose Mourinho didepak dari kursi pelatih pada Desember 2018 lalu. Namun, pada akhirnya spekulasi itu tak terwujud, Setan Merah menunjuk salah seorang legenda mereka, Ole Gunnar Solskjaer mengisi pos tersebut.

Musim ini, performa Manchester United masih tak karuan. Mereka terkadang tak konsisten, bahkan sempat terdepak dari lima besar klasemen. Menyusul situasi tersebut, isu kedatangan Allegri ke Old Trafford pun bermunculan lagi.

Namun, sampai sekarang spekulasi ini tak pernah terwujud. Dan isu-isu ini ternyata tak pernah diperdulikan oleh mantan manajer sukses Juventus. Setidaknya demikian yang dikatakan oleh Agen Transfernya, Giovanni Branchini.

Diungkapkan bahwa sekarang, Kliennya masih sangat menikmati masa liburan setelah lima musim menangani Juventus.

“Tidak ada yang berpikir soal pelatihnya di tahun depan. Semuanya hanya memikirkan musim ini, kami pun berfokus pada musim ini saja,”

“Max menikmati tahun-tahun yang damai ini, dia memang membutuhkannya. Tenaganya telah terisi dan hidup dalam realita yang sama seperti kita semua. kami akan lihat bagaimana situasinya berjalan,” ujar sang agen ke Calciomercato.

Selain menjadi agen transfer Allegri, branchini juga bekerja sebagai agen transfer sejumlah pemain termasuk Ivan Perisic. Saat ini, winger Kroasia itu sedang menjalani masa peminjaman di Bayern Munchen.

Dia jarang bermain, sehingga diyakini yang bersangkutan akan dipulangkan ke San Siro. Namun, Branchini yakin Perisic akan bertahan di klub Jerman.

“Semuanya berjalan sesuai dengan rencana lalu ada cedera yang menghentikannya. Kami sudah mengejar, kemudian jeda musim terjadi,”

“Saya tak tahu apa yang akan terjadi, dia adalah atlet yang profesional. Bayern benar-benar masih di bingkai, dia sedang memikirkan rencana bertahan di Jerman,” tutup Branchini.

Mancini Siap Jika Euro 2020 Batal atau Ditunda

Wabah Virus Corona sudah semakin menjadi-jadi, jika tak kunjung mereda besar kemungkinan turnamen Piala Eropa atau Euro 2020 ditunda bahkan batal digelar.

Sebagai informasi, pada musim panas mendatang UEFA memang akan menggelar turnamen ke-16 dari Piala Eropa atau Euro. Rencananya, kompetisi tersebut akan digelar di 12 negara Eropa, dengan ibu kota masing-masing Negara yang akan jadi tuan rumahnya.

Akan tetapi, menyusul pandemi Virus Corona yang sudah semakin memprihatinkan, beberapa pekan terakhir muncul wacana bahwa kompetisi tersebut akan ditunda bahkan mungkin ditiadakan. Pasalnya, beberapa kompetisi klub di Eropa termasuk Liga Champions sudah ditangguhkan.

Andai memang demikian keputusan yang diambil, pelatih Timnas Italia Roberto Mancini sama sekali tidak keberatan.

Menurutnya, ada hal yang jauh lebih penting dibandingkan Euro 2020, yang tak lain adalah kesehatan semua orang. Apalagi, mantan pelatih Inter Milan tersebut melihat langsung bagaimana rakyat Italia banyak yang meregang nyawa karena Virus COVID-19 ini.

“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya “ Demikian menurut Mancini kepada Rai Sport.

“Saya yakin bahwa ada hal lain yang harus diprioritaskan ketimbang Euro 2020, dan saya tidak ragu sedikitpun akan itu. Melihat banyak orang meninggal dalam beberapa hari terakhir benar-benar menyakitkan bagi saya.” Kata Mancini kepada Rai Sport.

Di samping itu, dengan penundaan turnamen ini juga bisa menghadirkan manfaat lain. Salah satunya adalah persiapan menuju kompetisi yang akan lebih lama.

“Jika mereka menunda turnamen ini, maka kami punya waktu satu tahun untuk mempersiapkan diri untuk memenangkan turnamen itu. Yang terpenting saat ini adalah kesehatan semua orang dan semua orang bisa kembali ke stadion dan menikmati pertandingan yang ada.” ujarnya.

Memang tidak bisa dibantah, fakta bahwa timnas Italia akan menjadi salah satu tim yang dirugikan jika Piala Euro 2020 digelar sesuai rencana. Pasalnya, ada banyak pemain mereka yang terancam tidak bisa bermain karena terjangkit Virus ini.

Misalnya Daniele Rugani, bek muda Juventus dan pemain Fiorentina, Patrick cutrone. Keduanya sudah terinfeksi wabah Virus Corona.

Solskjaer Minta Pemainnya Lupakan Kemenangan atas City

Kemenangan atas Manchester City akhir pekan kemarin jelas masih terasa Euforianya sampai sekarang. Namun begitu, pelatih Ole Gunnar Solskjaer diyakini melarang para pemainnya terlena dengan kemenangan tersebut.

Akhir pekan kemarin, (09/03) Manchester United menjamu Manchester City dalam lanjutan Premier League. Awalnya, Setan Merah diragukan menang meski bermain di kandang sendiri.

Namun, tidak ada yang menyangkan pada akhirnya pasukan Ole Gunnar Solskjaer berhasil memenangkan pertandingan tersebut dengan skor telak 2-0.

Jelas, kemenangan ini penting bagi Manchester United. Selain menjaga asa mereka untuk finish di empat besar klasemen, kemenangan ini juga sarat akan gengsi derby Manchester.

Terlebih, itu adalah kemenangan ketiga yang diraih Manchester United atas rival sekotanya dalam empat pertemuan terakhir musim ini di semua ajang.

Tak hanya itu, kemenangan ini juga membuat Manchester United sukses memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka menjadi 10 pertandingan beruntun.

Jadi, sangat wajar jika para fans dan pemain Manchester United masih merasakan Euforia kemenangan tersebut. Namun, pelatih Ole Gunnar Solskjaer diklaim meminta para pemainnya agar tetap fokus.

Dilansir The Metro, Solskjaer buru-buru menghentikan selebrasi yang dilakukan tim asuhannya di ruang ganti usai kemenangan artas Manchester City. Solskjaer memperingatkan bahwa para pemainnya harus bisa menjaga level konsistensi mereka di sisa musim ini.

Pasalnya, Manchester United memang beberapa kali telan kekalahan dalam pertandingan yang harusnya bisa mereka menangkan.

Apalagi, klub masih tertinggal tiga poin di belakang Chelsea yang berada di peringkat ke-4 pada klasemen sementara Premier League. Selain itu, mereka juga masih harus memainkan dua leg babak 16 besar Liga Europa.

Tengah pekan ini, Manchester United akan bertandang ke markas klub Austria, LASK untuk melakoni laga leg pertama babak 16 besar Liga Europa. Kompetisi tersebut penting bagi Setan Merah sebagai alternatif mendapatkan tiket ke Liga Champions musim depan.

Setelahnya, pasukan Ole Gunnar Solskjaer dinanti laga berat lain. Mereka akan berhadapan dengan Tottenham Hotspur di White Hart Lane. Partai tersebut akan berlangsung pada Senin Dinihari WIB mendatang (16/03).

Rekor Invincibles Gagal Dipecahkan, Legenda Arsenal Lega

Liverpool dipastikan gagal memecahkan rekor invincibles Arsenal usai kekalahan dari Watford akhir pekan kemarin. Legenda The Gunners, Gilberto Silva mengaku senang dan lega terkait hal tersebut.

Arsenal terakhir kali menjuarai Premier League di musim 2003/04 silam. Pada saat itu juga, tim yang masih ditangani Arsene Wenger berhasil mencatatkan rekor tak terkalahkan sepanjang musim. Rekor tersebut bertahan, setidaknya sampai saat ini.

Liverpool nyaris memecahkannya pada kampanye musim ini. Mereka berhasil mencatatkan 27 pertandingan tanpa tersentuh kekalahan, dengan rincian 26 kemenangan diantaranya dan satu hasil imbang.

Sayangnya, catatan tersebut terhenti di pekan ke-28 Premier League. Minggu (1/3/2020) dini hari WIB, Mereka tumbang 3-0 dari Watford di Vicarage Road. Catatan tak terkalahkan itu terhenti, artinya Rekor Invincibles Arsenal masih bertahan sampai saat ini.

Gilberto Silva yang merupakan salah satu permain Arsenal di Era Invincibles dulu mengaku sangat lega dengan kegagalan The Reds.

“Liverpool mendekati rekor tak terkalahkan yang kami miliki bersama Arsenal. Saya selalu mengatakan bahwa suatu hari nanti itu mungkin terjadi. Dan melihat cara mereka bermain, saya mengharapkan mereka melakukannya,”

“Bagi kebanyakan orang, tidak disangka bahwa mereka akan kalah melawan Watford, tetapi kami masih di sana sebagai No.1 dan ini adalah pencapaian yang sangat istimewa.” katanya kepada The Times.

Tapi, lepas dari itu menurut Gilberto Silva apa yang dilakukan Liverpool musim ini sangat bagus. Pasalnya, tidak mudah untuk menjaga persaingan ketat dengan tim seperti Manchester city.

“Meskipun mereka tidak memecahkan rekor kami, apa yang telah dilakukan Liverpool musim ini sangat istimewa. Tidak mudah dengan persaingan saat ini. Mereka menghadapi Manchester City, yang juga bermain dengan sangat baik, dan Premier League adalah kompetisi di mana segala sesuatu dapat terjadi.”

“Jurgen Klopp, stafnya, dan para pemain telah melakukan pekerjaan dengan baik. Mereka masih bisa melakukan hal-hal luar biasa.” Tandasnya.

Pasca kekalahan dari Watford kemarin, Liverpool memang masih berada di puncak klasemen sementara Premier League. Mereka unggul 22 poin atas rival terdekat, Manchester City yang merupakan juara bertahan kompetisi.