Allegri Akan Jadi Pelatih MU? Begini Jawaban Sang Agen

Manchester United merupakan salah satu klub yang dikaitkan dengan masa depan Massimiliano Allegri. Dia dipercaya akan menggantikan Solskjaer musim depan.

Massimiliano Allegri sendiri sudah menganggur terhitung sejak mengundurkan diri dari kursi manajer Juventus pada musim panas kemarin. Sejak saat itu, dia sudah dikait-kaitkan dengan sejumlah klub, termasuk Manchester united.

Spekulasi kedatangan eks Manajer AC Milan di Old trafford bahkan sudah terdengar saat Jose Mourinho didepak dari kursi pelatih pada Desember 2018 lalu. Namun, pada akhirnya spekulasi itu tak terwujud, Setan Merah menunjuk salah seorang legenda mereka, Ole Gunnar Solskjaer mengisi pos tersebut.

Musim ini, performa Manchester United masih tak karuan. Mereka terkadang tak konsisten, bahkan sempat terdepak dari lima besar klasemen. Menyusul situasi tersebut, isu kedatangan Allegri ke Old Trafford pun bermunculan lagi.

Namun, sampai sekarang spekulasi ini tak pernah terwujud. Dan isu-isu ini ternyata tak pernah diperdulikan oleh mantan manajer sukses Juventus. Setidaknya demikian yang dikatakan oleh Agen Transfernya, Giovanni Branchini.

Diungkapkan bahwa sekarang, Kliennya masih sangat menikmati masa liburan setelah lima musim menangani Juventus.

“Tidak ada yang berpikir soal pelatihnya di tahun depan. Semuanya hanya memikirkan musim ini, kami pun berfokus pada musim ini saja,”

“Max menikmati tahun-tahun yang damai ini, dia memang membutuhkannya. Tenaganya telah terisi dan hidup dalam realita yang sama seperti kita semua. kami akan lihat bagaimana situasinya berjalan,” ujar sang agen ke Calciomercato.

Selain menjadi agen transfer Allegri, branchini juga bekerja sebagai agen transfer sejumlah pemain termasuk Ivan Perisic. Saat ini, winger Kroasia itu sedang menjalani masa peminjaman di Bayern Munchen.

Dia jarang bermain, sehingga diyakini yang bersangkutan akan dipulangkan ke San Siro. Namun, Branchini yakin Perisic akan bertahan di klub Jerman.

“Semuanya berjalan sesuai dengan rencana lalu ada cedera yang menghentikannya. Kami sudah mengejar, kemudian jeda musim terjadi,”

“Saya tak tahu apa yang akan terjadi, dia adalah atlet yang profesional. Bayern benar-benar masih di bingkai, dia sedang memikirkan rencana bertahan di Jerman,” tutup Branchini.

Mancini Siap Jika Euro 2020 Batal atau Ditunda

Wabah Virus Corona sudah semakin menjadi-jadi, jika tak kunjung mereda besar kemungkinan turnamen Piala Eropa atau Euro 2020 ditunda bahkan batal digelar.

Sebagai informasi, pada musim panas mendatang UEFA memang akan menggelar turnamen ke-16 dari Piala Eropa atau Euro. Rencananya, kompetisi tersebut akan digelar di 12 negara Eropa, dengan ibu kota masing-masing Negara yang akan jadi tuan rumahnya.

Akan tetapi, menyusul pandemi Virus Corona yang sudah semakin memprihatinkan, beberapa pekan terakhir muncul wacana bahwa kompetisi tersebut akan ditunda bahkan mungkin ditiadakan. Pasalnya, beberapa kompetisi klub di Eropa termasuk Liga Champions sudah ditangguhkan.

Andai memang demikian keputusan yang diambil, pelatih Timnas Italia Roberto Mancini sama sekali tidak keberatan.

Menurutnya, ada hal yang jauh lebih penting dibandingkan Euro 2020, yang tak lain adalah kesehatan semua orang. Apalagi, mantan pelatih Inter Milan tersebut melihat langsung bagaimana rakyat Italia banyak yang meregang nyawa karena Virus COVID-19 ini.

“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya “ Demikian menurut Mancini kepada Rai Sport.

“Saya yakin bahwa ada hal lain yang harus diprioritaskan ketimbang Euro 2020, dan saya tidak ragu sedikitpun akan itu. Melihat banyak orang meninggal dalam beberapa hari terakhir benar-benar menyakitkan bagi saya.” Kata Mancini kepada Rai Sport.

Di samping itu, dengan penundaan turnamen ini juga bisa menghadirkan manfaat lain. Salah satunya adalah persiapan menuju kompetisi yang akan lebih lama.

“Jika mereka menunda turnamen ini, maka kami punya waktu satu tahun untuk mempersiapkan diri untuk memenangkan turnamen itu. Yang terpenting saat ini adalah kesehatan semua orang dan semua orang bisa kembali ke stadion dan menikmati pertandingan yang ada.” ujarnya.

Memang tidak bisa dibantah, fakta bahwa timnas Italia akan menjadi salah satu tim yang dirugikan jika Piala Euro 2020 digelar sesuai rencana. Pasalnya, ada banyak pemain mereka yang terancam tidak bisa bermain karena terjangkit Virus ini.

Misalnya Daniele Rugani, bek muda Juventus dan pemain Fiorentina, Patrick cutrone. Keduanya sudah terinfeksi wabah Virus Corona.

Solskjaer Minta Pemainnya Lupakan Kemenangan atas City

Kemenangan atas Manchester City akhir pekan kemarin jelas masih terasa Euforianya sampai sekarang. Namun begitu, pelatih Ole Gunnar Solskjaer diyakini melarang para pemainnya terlena dengan kemenangan tersebut.

Akhir pekan kemarin, (09/03) Manchester United menjamu Manchester City dalam lanjutan Premier League. Awalnya, Setan Merah diragukan menang meski bermain di kandang sendiri.

Namun, tidak ada yang menyangkan pada akhirnya pasukan Ole Gunnar Solskjaer berhasil memenangkan pertandingan tersebut dengan skor telak 2-0.

Jelas, kemenangan ini penting bagi Manchester United. Selain menjaga asa mereka untuk finish di empat besar klasemen, kemenangan ini juga sarat akan gengsi derby Manchester.

Terlebih, itu adalah kemenangan ketiga yang diraih Manchester United atas rival sekotanya dalam empat pertemuan terakhir musim ini di semua ajang.

Tak hanya itu, kemenangan ini juga membuat Manchester United sukses memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka menjadi 10 pertandingan beruntun.

Jadi, sangat wajar jika para fans dan pemain Manchester United masih merasakan Euforia kemenangan tersebut. Namun, pelatih Ole Gunnar Solskjaer diklaim meminta para pemainnya agar tetap fokus.

Dilansir The Metro, Solskjaer buru-buru menghentikan selebrasi yang dilakukan tim asuhannya di ruang ganti usai kemenangan artas Manchester City. Solskjaer memperingatkan bahwa para pemainnya harus bisa menjaga level konsistensi mereka di sisa musim ini.

Pasalnya, Manchester United memang beberapa kali telan kekalahan dalam pertandingan yang harusnya bisa mereka menangkan.

Apalagi, klub masih tertinggal tiga poin di belakang Chelsea yang berada di peringkat ke-4 pada klasemen sementara Premier League. Selain itu, mereka juga masih harus memainkan dua leg babak 16 besar Liga Europa.

Tengah pekan ini, Manchester United akan bertandang ke markas klub Austria, LASK untuk melakoni laga leg pertama babak 16 besar Liga Europa. Kompetisi tersebut penting bagi Setan Merah sebagai alternatif mendapatkan tiket ke Liga Champions musim depan.

Setelahnya, pasukan Ole Gunnar Solskjaer dinanti laga berat lain. Mereka akan berhadapan dengan Tottenham Hotspur di White Hart Lane. Partai tersebut akan berlangsung pada Senin Dinihari WIB mendatang (16/03).

Rekor Invincibles Gagal Dipecahkan, Legenda Arsenal Lega

Liverpool dipastikan gagal memecahkan rekor invincibles Arsenal usai kekalahan dari Watford akhir pekan kemarin. Legenda The Gunners, Gilberto Silva mengaku senang dan lega terkait hal tersebut.

Arsenal terakhir kali menjuarai Premier League di musim 2003/04 silam. Pada saat itu juga, tim yang masih ditangani Arsene Wenger berhasil mencatatkan rekor tak terkalahkan sepanjang musim. Rekor tersebut bertahan, setidaknya sampai saat ini.

Liverpool nyaris memecahkannya pada kampanye musim ini. Mereka berhasil mencatatkan 27 pertandingan tanpa tersentuh kekalahan, dengan rincian 26 kemenangan diantaranya dan satu hasil imbang.

Sayangnya, catatan tersebut terhenti di pekan ke-28 Premier League. Minggu (1/3/2020) dini hari WIB, Mereka tumbang 3-0 dari Watford di Vicarage Road. Catatan tak terkalahkan itu terhenti, artinya Rekor Invincibles Arsenal masih bertahan sampai saat ini.

Gilberto Silva yang merupakan salah satu permain Arsenal di Era Invincibles dulu mengaku sangat lega dengan kegagalan The Reds.

“Liverpool mendekati rekor tak terkalahkan yang kami miliki bersama Arsenal. Saya selalu mengatakan bahwa suatu hari nanti itu mungkin terjadi. Dan melihat cara mereka bermain, saya mengharapkan mereka melakukannya,”

“Bagi kebanyakan orang, tidak disangka bahwa mereka akan kalah melawan Watford, tetapi kami masih di sana sebagai No.1 dan ini adalah pencapaian yang sangat istimewa.” katanya kepada The Times.

Tapi, lepas dari itu menurut Gilberto Silva apa yang dilakukan Liverpool musim ini sangat bagus. Pasalnya, tidak mudah untuk menjaga persaingan ketat dengan tim seperti Manchester city.

“Meskipun mereka tidak memecahkan rekor kami, apa yang telah dilakukan Liverpool musim ini sangat istimewa. Tidak mudah dengan persaingan saat ini. Mereka menghadapi Manchester City, yang juga bermain dengan sangat baik, dan Premier League adalah kompetisi di mana segala sesuatu dapat terjadi.”

“Jurgen Klopp, stafnya, dan para pemain telah melakukan pekerjaan dengan baik. Mereka masih bisa melakukan hal-hal luar biasa.” Tandasnya.

Pasca kekalahan dari Watford kemarin, Liverpool memang masih berada di puncak klasemen sementara Premier League. Mereka unggul 22 poin atas rival terdekat, Manchester City yang merupakan juara bertahan kompetisi.

Lyon harus Waspada, Cristiano Ronaldo Dalam Bentuk Terbaik

Jelang laga tandang ke Prancis, Juventus mendapatkan kabar baik tentang kondisi salah satu pemain andalan mereka musim ini, Cristiano Ronaldo. Mega bintang Portugal tersebut dalam kondisi yang sangat baik dan siap menebar ancaman ke gawang Lyon.

Juventus’ Portuguese forward Cristiano Ronaldo celebrates after opening the scoring during the Italian Serie A football match lazio Rome vs Juventus Turin on December 7, 2019 at the Olympic stadium in Rome. (Photo by Filippo MONTEFORTE / AFP)

Dua pekan lalu, Cristiano Ronaldo memang tidak terlihat dalam skuat Juventus yang akan menghadapi Brescia dalam lanjutan Serie A italia. Absensi sang striker tak ayal membuat publik mencemaskan kehadirannya pada ajang Liga Champions Eropa melawan Lyon.

Kecemasan ini sempat sirna, ketika Cristiano Ronaldo tampil dalam pertandingan melawan SPAL akhir pekan kemarin. Bahkan, dia mencetak gol kemenangan bagi Juventus dalam pertandingan tersebut. Tapi, apakah pemain berusia 35 tahun siap untuk laga melawan Lyon.

Seperti diketahui, Juventus akan bertandang ke Prancis untuk melakoni partai leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa. Laga tersebut sendiri akan berlangsung pada Kamis dinihari WIB nanti (27/02).

Adapun, Cristiano Ronaldo sendiri merupakan salah satu pemain yang sangat diandalkan Mauruzio Sarri musim ini. Ia sudah mencetak 25 gol dari 30 pertandingan, yang 13 di antaranya dicetak dalam 9 laga terakhir secara beruntun.

Jika kondisinya tidak memungkinkan, Ronaldo mungkin tidak akan bermain dalam laga kontra Lyon. Namun pelatih Maurizio sarri bisa memastikan bahwa kapten Timnas Portugal tersebut dalam kondisi yang sangat bugar dan meyakinkan.

Karenanya, Ronaldo siap untuk pertandingan melawan Lyon dinihari nanti.

“Dalam 11 pertandingan terakhir, dia mencetak 15-16 gol dan adalah seorang pemimpin yang mematok kecepatan bagi semuanya. Dia berada dalam kondisi terbaik dengan cara yang meyakinkan. Saat dia memiliki rasa antusias itu, kecepatan itu, saat ia membawanya serta ke sesi latihan, itu berarti segalanya bagi rekan-rekan setimnya,” ujar Sarri dikutip dari Football Italia.

Meski akan bermain di markas lawan, Juventus di atas kertas tentu saja lebih diunggulkan menang dalam pertandingan nanti. Apalagi, mereka begitu bertekad memenangkan gelar Liga Champions Eropa yang sudah diidamkan para fans sejak lama.

Akankah Ronaldo tampil bersinar dalam pertandingan nanti ? Patut dinantikan.

Hanya Imbang di Leg Pertama, MU Tetap Yakin Bisa Lolos

Manchester United gagal meraih kemenangan pada pertandingan leg pertama babak 32 besar Liga Europa melawan Club Brugge. Pertandingan yang berlangsung di Belgia tersebut hanya berakhir imbang. Namun, Setan Merah masih yakin peluang lolos ke babak 16 besar.

Seperti diketahui, Manchester United bertandang ke Belgia untuk menghadapi Club Brugge pada pertandingan leg pertama babak 32 Besar liga Europa, Jum’at (21/02). Saat laga baru memasuki menit ke-15, Gawang Sergi Romero kebobolan oleh Emmanuel Denis.

Anthony Martial kemudian mencetak gol pada menit 36. Memanfaatkan kesalahan di lini belakang Club Brugge, pemain asal Prancis tersebut dengan tenang bisa melewati bek lawan dan membobol gawang Mignolet.

Tentu saja hasil imbang 1-1 ini tidak bisa dikatakan bagus bagi Manchester United, tapi juga tidak buruk. Mereka masih punya peluang untuk lolos ke babak 16 besar, dan gelandang Juan Mata tampak optimis dan percaya diri dengan peluang tersebut.

“Kami percaya bahwa kami bisa menang di kandang dan kami bisa lolos. Kami menghormati Club Brugge, mereka bermain sangat baik di liga dan mereka punya manajer yang bagus. Mereka punya pertahanan yang kuat dan sulit ditembus,” ucap Juan Mata dikutip dari situs resmi United.

Lebih lanjut, mantan pemain Chelsea ini merasa bahwa Manchester United harus berterima kasih kepada Anthony Martial. Pasalnya, penyerang muda Prancis sudah mencetak satu gol yang akan jadi modal besar untuk lolos ke babak 16 besar saat melakoni leg kedua nanti.

“Jika Anda ingin memiliki satu pemain untuk satu lawan satu dengan kiper, dia adalah salah satu yang terbaik di tim kami. Martial sangat tenang, sangat tenang dan penyelesaian akhirnya sangat bagus. Dia mencetak gol tandang yang sangat penting,” tambahnya.

Adapun, pertandingan leg kedua antara Manchester United melawan Club Brugge akan berlangsung di Old Trafford pada Jumat (28/2/2020) yang akan datang. Untuk bisa lolos ke babak 16 Besar, Setan merah yang akan bermain sebagai tuan rumah hanya perlu hasil imbang 0-0 atau menang setidaknya dengan gap satu gol.

Begini Kesan Christian Eriksen Terhadap Serie A

Gelandang timnas Denmark, Christian Eriksen mendapati kesan positif terkait dengan kampanye Serie A italia setelah bergabung dengan Inter milan pada januari lalu. Menurutnya, kompetisi sepakbola tertinggi di Italia itu lebih seru ketimbang Premier League.

Selama kurang lebih enam tahun Christian Eriksen berkarir di Premier League bersama dengan Tottenham Hotspur. Dia kemudian memulai tantangan baru dengan merapat ke Inter Milan pada bursa transfer musim dingin Januari kemarin.

Begitu bergabung, Eriksen langsung jadi andalan Antonio Conte di lini tengah. Dia bahkan ikut diturunkan dalam laga derby Della Madonnina melawan AC Milan akhir pekan kemarin.

Kendati tidak mencetak gol dalam laga tersebut, Eriksen tetap memberikan dampak yang signfikan pada kemenangan yang diraih Nerazzurri. Lepas dari hasil akhir, Eriksen mengaku terkesan dengan Serie A Italia, terutama para fans.

“Ini adalah pengalaman yang begitu luar biasa. Para fans menyiapkan koreografi yang melibatkan hampir seisi stadion. Anda tidak akan menemukan hal seperti ini di Premier League, meski memang di sana fans tidak diperbolehkan melakukan hal serupa.”

“Para fans di sini benar-benar memberikan kami dukungan bahkan sejak baru turun dari bus. Mereka memberikan tepuk tangan di pinggir bus kami, dan anda bisa merasakan gairah mereka dan anda juga tahu bahwa Derby Milan sangatlah penting bagi mereka.” Ujar Eriksen kepada Goal International.

Dalam pertandingan tersebut, Inter Milan sejatinya sempat tertinggal dua gol lebih dulu pada babak pertama. Beruntung, di babak kedua mereka berhasil memanfaatkan lemahnya pertahanan tim tamu dengan mencetak empat gol balasan.

Terkait hasil tersebut, Eriksen mengaku senang, terlepas dari performa buruk Nerazzurri di sepanjang babak pertama.

“Di babak pertama kami bermain dengan buruk, namun kami berhasil memenangkan pertandingan ini dengan melakukan comeback sehingga semuanya terasa spesial.” ujarnya.

Tripoin yang didapat Inter Milan bisa dikatakan penting. Skuat Nerrazurri berhasil merangkak naik ke peringkat pertama klasemen sementara Serie A setelah Juventus tumbang kala bertandang ke markas Hellas Verona beberapa jam sebelumnya.

Kini, Inter Milan unggul tiga poin atas sang juara bertahan.

Carles Perez Resmi Gabung AS Roma

Ketatnya persaingan di skuat utama Barcelona membuat satu persatu pemain muda klub mulai meninggalkan Camp Nou. Terbaru ada Carles Perez, penyerang berusia 21 tahun itu meninggalkan Barcelona dan memilih bergabung dengan raksasa Serie A Italia, AS Roma.

Sebagaimana rilis resmi Barcelona, Carles Perez bergabung dengan AS Roma lewat status pinjaman selama sisa musim 2019/20 ini. Raksasa Catalan mendapat 1 Juta Euro dari peminjaman pemain jebolan akademi La Masia tersebut.

Selain Wajib membayar gaji sang pemain di sisa musim ini, AS Roma juga diharuskan menebus Carles Perez secara permanen di musim panas nanti. I Giallorossi harus mengeluarkan 11 juta euro plus bonus 4,5 juta euro dengan syarat sang pemain bisa mencapai target tertentu.

Mengenai kepindahannya ini, Perez sendiri mengaku senang. Dia tahu bahwa keputusan meninggalkan Barcelona sangat sulit, tapi AS Roma juga klub besar. Sang pemain sudah tidak sabar berlatih dengan rekan-rekan barunya di klub Ibu Kota Italia tersebut.

“Saya tahu saya meninggalkan klub besar seperti Barcelona, tapi saya bergabung dengan klub hebat lainnya di Roma. Saya sangat senang dan saya sudah tidak sabar berlatih bersama rekan-rekan setim baru saya,” ujar Perez di laman resmi AS Roma.

Petinggi AS Roma, Guido Fienga, mengaku sangat senang dengan kedatangan penyerang muda Spanyol ini. Diapun berharap kedatangan Carles Perez bisa langsung memberikan dampak signfikan untuk Gialorossi.

“Kami sangat puas dengan kedatangan Carles di Roma. Carles mempelajari banyak hal di salah satu akademi muda terbaik di Eropa dan telah bermain untuk klub yang memiliki banyak talenta hebat. Kami berharap dia bisa langsung memberikan dampak signifikan dalam skuad kami.” Kata Fienga.

Barcelona terbilang cukup berani pada bursa transfer musim dingin ini dengan melepas para pemain muda bertalenta. Sebelum Carles Perez, mereka juga resmi melepas Carles Alena dan Jean-Clair Todibo. Sepertinya, rencana klub untuk merombak skuat benar adanya.

Pelatih anyar, Quique Setien bahkan tidak tahu-menahu tentang rencana penjual para pemain muda klub. Yang jelas di satu sisi, kebijakan Barca ini menguntungkan banyak tim, termasuk AS Roma.

Sarri Akan Bantu Ronaldo Raih Ballon d’Or ke-6

Cristiano Ronaldo mungkin merasa kesal dengan fakta bahwa rival abadinya, Lionel Messi berhasil memenangkan penghargaan Ballon d’Or lagi. Tapi tidak hanya sang pemain, pelatih Juventus, Maurizio Sarri juga tampak ikut kesal dengan fakta tersebut. Sang juru taktik lantas bertekad membantu Ronaldo memenangkan Ballon d’Or ke-6 nya.

Sebagaimana diketahui, pada edisi tahun 2019 kemarin, Lionel Messi berhasil memenangkan penghargaan pemain terbaik dunia versi FIFA dan versi France Football alias Ballon d’Or. Mega bintang Barcelona itu sukses mengungguli bek Liverpool, Virgil Van Dijk. Padahal, pemain Timnas Belanda berhasil membawa Liverpool juarai Liga Champions musim kemarin.

Sedangkan, Cristiano Ronaldo sendiri berada di urutan ketiga dalam daftar tersebut. Sebenarnya, ada sedikit polemik dari penentuan pemenang untuk ajang kali ini. Terutama jika membandingkan prestasi dari masing-masing pemain pada musim kemarin. Messi selaku pemenang, faktanya hanya memenangkan gelar juara La Liga Spanyol saja bersama Barcelona.

Sementara itu Van Dijk memenangkan gelar Liga Champions Eropa bersama Liverpool dan jadi Runner Up Liga Primer Inggris. Ronaldo mengoleksi dua gelar, antara lain Serie A Italia dan Piala Super Spanyol bersam Juventus. Tapi terlepas dari pro dan kontra ini, faktanya Lionel Messi memang meraih voting lebih banyak ketimbang Van Dijk, apalagi Ronaldo.

Akan tetapi, fakta tersebut tampaknya membuat manajer Maurizio Sarri merasa tak terima, diapun bertekad membantu Ronaldo memenangkan Ballon d’Or ke-6 nya, mengikuti jejak Messi.

“Pertama saya ingin membantu Cristiano memenangkan gelar Ballon d’Or keenamnya. Rasanya mengganggu saat berpikir ada orang yang telah meraih Ballon d’Or lebih banyak dari dia. Saya berpikir soal itu dan saya akan membantunya, itulah tujuan saya serta tim,” ujar Sarri seperti dikutip dari Goal.

Lebih lanjut, mantan pelatih Chelsea ini juga merasa Paulo Dybala layak memenangkan penghargaan tersebut di masa mendatang.

“Dybala akan menjadi salah satu kandidat pemenang dalam beberapa tahun ke depan, saya pikir demikian,” tandasnya.

Paulo Dybala memang tampil cemerlang bersama dengan Juventus, termasuk di musim ini. Dia bahkan baru saja mencetak dua gol ke gawang Udinese yang membawa Juventus melaju ke babak perempat final Coppa Italia.

Diisukan Jadi Suksesor Guardiola, Begini Jawaban Kompany

Menyusul serangkaian hasil kurang memuaskan selama paruh pertama musim ini dan potensi kegagalan mempertahankan gelar Liga Primer Inggris, kabar pemecatan Pep Guardiola dari kursi manajer pun mulai bermunculan. Bahkan, mantan kapten City, Vincent Kompany disebut-sebut sebagai salah satu calon suksesor manajer asal Spanyol tersebut.

Sebagai informasi, sebenarnya mantan juru taktik Barcelona tersebut sejatinya masih terikat kontrak hingga tahun 2021 mendatang. Itu artinya, masa kepemimpinan Guardiola hanya akan bertahan sampai akhir musim depan. Sedangkan sampai saat ini belum nampak tanda-tanda bahwa klub akan memperpanjang kontrak Pep Guardiola.

Fakta tersebut membuat publik mulai menduga-duga bahwa Pep Guardiola memang tidak akan bertahan lama di Etihad Stadium, terutama jika melihat rekam jejak karirnya di dunia kepelatihan. Memang, Pep tak pernah lebih dari empat musim menagani satu klub. Barcelona dia tangani selama empat tahun, sedangkan Bayern Munchen hanya tiga tahun saja.

Alhasil, spekulasi mengenai sosok pelatih pengganti Guardiola di City pun mulai ramai dibicarakan. Vincent Kompany, yang sekarang berstatus sebagai pemain dan pelatih di Anderlecht, pun masuk dalam daftar calon penggantinya. Akan tetapi, Kompany sendiri ternyata sama sekali tidak memikirkan peluang menjadi suksesor Guardiola.

“Saya tidak berpikir soal itu. Ambisi saya sekarang adalah meraih keberhasilan dengan sebuah proyek dan menuntaskan itu dengan sukses,” ucap Kompany kepada Sky Sports.

Justru sebaliknya, jika dia masih menjadi bagian dari Manchester city saat ini, maka yang akan dilakukan adalah berjuang sekuat tenaga agar Pep Guardiola tetap bertahan di kursi manajer.

“Jika saya berada di posisi yang bisa memilih di City sekarang, saya akan melakukan segala yang saya bisa untuk menahan Guardiola selama mungkin. Dia benar-benar adalah sosok yang terbaik. Berkata bahwa ada orang yang sudah mendekatinya, itu adalah spekulasi dengan cara yang konyol,” tutupnya.

Sebelumnya, Pep Guardiola sendiri sempat memberikan isyarat bahwa dia akan tetap bertahan di Etihad musim depan.

“Rasanya berbeda. Sekarang saya lebih berpengalaman. Mungkin, dengan pengalaman yang saya miliki sekarang, saya akan tinggal,” ujarnya.

Manchester City sendiri saat ini tengah berjuang memangkas jarak dengan Liverpool yang ada di puncak klasemen sementara.