Solskjaer Isyaratkan Rotasi Pemain Saat Lawan Crystal Palace

Pertandingan melawan Crystal Palace akan sangat krusial bagi Manchester United, tapi menariknya pelatih Ole Gunnar Solskjaer justru berencana untuk melakukan rotasi pemain dalam laga nanti.

Saat ini, Manchester United masih menempati peringkat ke-5 pada klasemen sementara Premier League. Di posisi tersebut, pasukan Solskjaer hanya tertinggal selisih gol saja dari empat besar, bahkan hanya terpaut empat poin dari peringkat ke-3, Chelsea.

Jarak empat poin dengan Chelsea disebabkan pasukan Frank Lampard memenangkan Matchdays ke-36 Premier League dinihari tadi melawan Norwich City. Sedangkan, Manchester United sendiri baru akan memainkan pekan ke-36 menghadapi Crystal Palace, Jum’at mendatang.

Harusnya, Manchester United memaksimalkan tiga pertandingan tersisa demi merebut satu tempat di empat besar klasemen akhir Premier League, termasuk saat melawan Crystal Palace besok.

Tapi menariknya, pelatih Ole Gunnar Solskjaer justru mengindikasikan bahwa timnya akan melakukan rotasi pemain dalam laga nanti.

“Ada beberapa pemain yang diragukan bermain sebelum pertandingan mealwan Southampton, namun mereka berhasil fit di hari pertandingan. Saat ini kami ingin memberikan waktu kepada para pemain kami yang mengalami cedera untuk memulihkan diri”

“kami tidak akan menutup pintu bagi mereka untuk pertandingan ini. Namun saya rasa akan ada satu atau dua pemain yang masuk ke tim ini.” Kata Solskjaer yang dikutip Manchester Evening News.

Menurut beberapa media Inggris, kebijakan rotasi ini disebabkan oleh fakta bahwa Manchester United akan berhadapan dengan Chelsea beberapa hari berikutnya di semifinal Piala FA. Solskjaer dianggap akan menyimpan para pemain terbaiknya.

Tapi, Solskjaer membantah anggapan tersebut serta menegaskan bahwa kedua pertandingan itu sangat berbeda.

“Susunan pemain di pertandingan hari Kamis nanti berdasarkan kebutuhan kami di hari Kamis, dan bukannya pertandingan di hari Minggu. Pertandingan di hari Minggu itu tidak relevan saat ini, dan saya saat ini hanya memikirkan pertandingan hari Kamis.” ujarnya.

Memang di sisa musim ini, Manchester United hanya bisa memperjuangkan dua gelar juara saja, Piala FA dan Liga Europa. Karena itu, wajar jika Setan Merah bertekad menembus final Piala FA dengan mengalahkan Chelsea.

Jack Grealish Disarankan Tak Tergoda Gabung MU

Mantan pemain Aston Villa, Darren Bent memberikan peringatan kepada Jack Grealish terkait dengan bursa transfer mendatang. Bukan ingin ikut campur, tapi jika boleh memberi saran sebaiknya sang playmaker mengurungkan niat untuk gabung Manchester united.

Musim ini, harus diakui bahwa Jack Grealish adalah pemain yang paling menonjol di Aston Villa. Playmaker berusia 24 tahun itu memberikan kontribusi yang besar dalam perjalanan The Villas sejak awal sampai sekarang.

Tak heran, fakta tersebut membuat Jack Grealish mulai banyak digosipkan akan meninggalkan Aston Villa pada bursa transfer musim panas mendatang. Bahkan, disebutkan bahwa pemain 24 tahun itu akan jadi salah satu incaran utama Manchester United.

Mengenai rumor itu, Darrent Bent hanya bisa menyarankan agar Jack Grealish tidak tergiur untuk merapat ke Old Trafford.

“Saya tidak bisa melihat ia bisa masuk ke dalam tim United saat ini,” beber Bent kepada talkSPORT.

Bukan tanpa alasan, menurutnya karakter Jack Grealish mirip sekali dengan Paul Pogba, sehingga rasanya tak mungkin Solskjaer mengabaikan superstar Prancis tersebut dan memberikan kesempatan kepada pendatang baru. Apalagi, ada sosok Bruno Fernandez.

“Saat ini Grealish tidak bisa bermain untuk MU karena ada Pogba dan Fernandes. Mereka tidak bisa memainkan Pogba, Fernandes dan Grealish bersamaan karena pertahanan mereka akan kacau balau.”

“Sekarang coba kita lihat trio lini serang mereka, ada Martial, Rashford dan Greenwood. Saya rasa ia juga tidak bisa bermain di posisi tersebut.”

Jack Grealish memang pemain yang berkualitas, tapi untuk saat ini masih belum bisa bersaing dengan pemain sekelas Bruno Fernandes dan Paul Pogba.

“Ia memang memiliki kemampuan yang bagus, namun ia tidak bisa merebut tempat Fernandes atau tempat Pogba dan mereka tidak bisa bermain bersama, karena Pogba tidak mau bermain sebagai gelandang bertahan.” Tandasnya.

Kabarnya, Manchester United memang sudah memulai pergerakan untuk mendekati sang gelandang demi melancarkan rencana transfer pada musim panas mendatang.

Pihak Aston Villa diklaim tak keberatan kehilangan Jack Grealish asal MU siap menebus banderolnya sebesar 80 Juta Poundsterling.

Arthur Melo Sudah Tepat Gabung Juventus

Eks pelatih Brazil, Luiz Felipe Scolari menilai bahwa kepindahan Arthur Melo menuju Juventus adalah keputusan yang tepat. Menurut pandangannya, Bianconneri memang merupakan tempat yang ideal bagi sang pemain.

Seperti diketahui, gelandang muda Brazil tersebut memang telah sepakat untuk meninggalkan Barcelona dan bergabung dengan klub raksasa Italia, Juventus.

Bisa dikatakan proses transfer ini cukup rumit, semuanya bermula dari minat Barcelona terhadap gelandang Juventus, Miralem Pjanic.

Bianconneri bersedia melepas gelandang berpengalaman asal Serbia tersebut, namun dengan syarat Arthur Melo harus bergabung dengan mereka. Sedangkan di satu sisi, Arthur enggan pindah dari Camp Nou, tak heran jika proses negosiasi antara kedua kubu sempat tersendat.

Akhirnya, Arthur bersedia merapat ke Juventus dan bahkan sang pemain Brazil juga sudah menjalani tes medis pada akhir pekan kemarin. Transfer inipun sudah diumumkan tuntas sejak senin kemarin (29/06).

Artinya, sekarang tinggal menunggu kampanye musim ini berakhir untuk kedua pemain sama-sama diperkenalkan sebagai pemain anyar kedua klub.

Transfer inipun menuai dukungan dari berbagai pihak, termasuk mantan pelatih Timnas Brazil, Luis Felipe Scolari. Menurutnya, keputusan Arthur untuk pindah ke Turin memang sudah tepat.

“Turin adalah tempat yang ideal untuk Arthur. Sudah menjadi bukti bahwa dia bermain dengan baik saat masih berumur 18 tahun” Demikian ujar Scolari saat berbincang kepada Gazzetta Dello Sport.

Lebih lanjut, mantan pelatih Real Madrid ini menganggap Arthur sebagai gelandang yang ciamik dalam urusan mengirim bola ke lini depan.

“Dia bermain dengan kepala yang tegak, bisa memberikan operan sesegera mungkin, menghindari pengawalan baik kepada dirinya sendiri maupun tujuan operannya.”

“Secara fisik, dia tidak begitu kuat. Namun dengan kesadaran posisi, dia bisa menutupinya. Saya pikir peran idealnya ialah gelandang kedua yang bertugas mendistribusikan bola,” lanjutnya.

Arthur sendiri sebenarnya sempat bersikeras untuk tetap bertahan di Barcelona, dan Scolari mengakui bahwa tidak pernah mudah meninggalkan klub sekelas Barcelona.

“Tidak pernah mudah meninggalkan Barcelona. Dia memiliki ekspektasi yang berbeda dan inilah mengapa sepak bola di Italia adalah opsi terbaik untuknya,” tambahnya.

Stefano Pioli Masih Belum Ikhlas Dengan Kekalahan dari Juve

Juru Taktik AC Milan, Stefano Pioli ternyata masih belum bisa terima dengan kekalahan timnya di babak semifinal Coppa Italia melawan Juventus. Bahkan, mantan pelatih Inter Milan ini menuding bahwa Bianconneri diuntungkan wasit.

AC Milan sebenarnya tidak kalah dari Juventus, pada leg pertama yang berlangsung di Allianz Stadium mereka hanya bermain imbang 1-1. Sedangkan pada leg kedua di San Siro, Ibrahimovic dkk hanya bermain imbang tanpa gol.

Bahkan, pada pertandingan leg pertama, Rossoneri sempat unggul lebih dulu lewat gol yang dicetak oleh Ante Rebic. Tapi, dewi fortuna tak memihak, Juve bisa membalas melalui penalti Cristiano Ronaldo jelang laga babak kedua berakhir.

Sementara pada pertemuan kedua di San Siro, Milan juga tak bisa berbuat banyak, apalagi setelah Rebic terkena kartu merah. Skor imbang 0-0 tak ayal membuat Milan tersingkir karena agresivitas gol tandang.

Laga melawan Juventus memang sudah berlalu, akan tetapi pelatih Stefano Pioli ternyata masih belum bisa mengikhlaskan kekalahan timnya dari Juve itu. Dia masih kecewa dan mengklaim bahwa kinerja wasit yang buruk adalah penyebab utama kekalahan timnya.

“Kami sangat peduli tentang Coppa Italia, jadi mengecewakan untuk tersingkir seperti itu, tapi kami mendorong mereka sampai akhir,”

“Penyesalan terbesar adalah tentang leg pertama. Sebagian kesalahan kami sendiri dan sebagian keputusan wasit,” ucapnya seperti dilansir Football Italia.

Tapi terlepas dari kegagalan tersebut, Stefano Pioli tetap melayangkan sanjungan kepada skuatnya yang menurut dia tetap mampu tampil cemerlang setelah lama tidak berlatih.

“Kami memegang pertahanan dengan luar biasa, terutama di bek sentral, dan itu harus membuktikan bahwa kami bisa menjadi solid, sebab kami butuh kemampuan seperti ini untuk maju dalam sisa musim,” ujarnya kepada Rai Sport.

Hanya saja, bukan berarti hal tersebut pertanda positif bagi AC milan. Mantan pelatih Inter Milan ini merasa bahwa masih ada yang harus dibenahi oleh anak asuhnya, terutama konsistensi.

“Ini mengecewakan, sebab kami sangat ingin bermain di final. Apa yang kami butuhkan sekarang adalah menjadi lebih konsisten,” tegas Pioli.

Jadi Pimpinan Arsenal? Begini Tanggapan Arsene Wenger

Belakangan, mulai terdengar desas-desus tentang pergantian kepemimpinan di Arsenal. Bahkan sayup-sayup terdengar kabar bahwa Arsene Wenger akan menggantikan tugas Sir Chips Keswick. Lantas, bagaimana tanggapan dari manajer asal Prancis tersebut?

Perlu diketahui, Sir Chips Keswick sudah bekerja sebagai kepala manajemen Arsenal selama kurang lebih 15 tahun terakhir ini. Tujuh tahun tambahan digunakan untuk memimpin klub berjuluk the Gunners tersebut, tapi sejak Mei lalu, yang bersangkutan memutuskan pensiun.

Dengan demikian, Arsenal kini sedang sibuk mencari sosok suksesor yang tepat untuk Keswick. Sedangkan Arsene Wenger sendiri sudah kenal betul seluk-beluk klub, lantaran pernah menangani klub London Utara selam kurang lebih 22 tahun.

Hanya saja, Arsene Wenger memang tidak sedang bekerja sebagai pelatih, terhitung sejak meninggalkan Arsenal pada tahun 2018 lalu. Kemudian, sejak 2019 lalu, ia secara mengejutkan memilih bergabung dengan FIFA sebagai kepala pengembangan sepak bola global.

Kendati tahun-tahun terakhirnya di Arsenal mengecewalan publik, ada banyak pihak yang masih ingin melihat Wenger berada di klub London Utara. Namun, tentu saja tidak menjadi pelatih lagi, karena pekerjaan tersebut tampaknya sudah tak ideal bagi pria asal Prancis ini.

Karenanya, beberapa orang ingin Arsene Wenger menempati posisi Keswick. Lantas, apa kata mantan pelatih AS Monaco mengenai hal tersebut? Pria asal Prancis menolaknya.

“Kandidatnya mengatakan bahwa dia bukanlah kandidat,” tuturnya singkat kepada beIN Sports.

Padahal, banyak sekali dukungan yang disuarakan sejumlah pihak agar Arsene Wenger bekerja sebagai manajemen Arsenal. Salah satunya legenda klub, Martin Keown yang menganggap pria asal Prancis itu sebagai sosok yang tepat.

“Anda tahu saya merasa bahwa itu akan menjadi jawaban yang hampir sempurna untuk Kroenke, si Kroenke muda, mungkin dia butuh orang yang lebih muda di sekitarnya, seseorang dengan pengalaman,”

“Anda harus merangkul pengetahuan yang bisa saja muncul dari balik pintu. Jadi, saya akan bertepuk tangan bila Arsenal Football Club membawa Arsene Wenger masuk ke dalam manajemen,” ujarnya ke talkSPORT.

Arsenal sendiri saat ini tengah bersiap memainkan laga lanjutan Premier League yang rencananya mulai digelar 17 Juni mendatang.

Bayer Leverkusen Akui Kai Havertz Akan Pindah Klub

Rudi Voller selaku Direktur Bayer Leverkusen akhirnya buka suara mengenai spekulasi masa depan gelandang andalan klub, Kai Havertz yang belakangan ini jadi perbincangan. Dia pun membenarkan bahwa sang pemain akan pindah klub pada musim panas mendatang.

Memang tak bisa dibantah fakta bahwa Kai Havertz adalah salah seorang bintang yang sedang bersinar dalam skuat Bayer Leverkusen. Meski baru berusia 20 tahun, yang bersangkutan sudah menjadi andalan Die Werkself selama tiga musim terakhir ini.

Jadi, wajar-wajar saja jika dipercaya ada beberapa raksasa Eropa yang berminat terhadap gelandang berusia 20 tahun tersebut, termasuk diantarannya Manchester United sampai Liverpool. Beragam rumor mulai terdengar terkait dengan masa depan sang pemain.

Berbicara mengenai spekulasi yang mulai liar bertebaran di media-media Eropa, Direktur Bayer Leverkusen, Rudi Voller akhirnya angkat bicara. Diapun membenarkan bahwa Kai Haverts berpeluang besar meninggalkan klub.

“Jika saya boleh jujur, saya punya harapan kecil bahwa ia bisa bertahan di klub kami setidaknya satu tahun lagi,” beber Voller kepada Sky Sports.

Yang bersangkutan mengakui bahwa Kai Havertz merupakan salah satu gelandang muda berbakat dan istimewa, jadi tidak heran lagi jika yang bersangkutan mulai dikaitkan dengan sejumlah klub top eropa.

“Rumor-rumor transfernya saat ini tidak mengubah fakta bahwa ia adalah pemain kelas dunia. Ia sudah menjadi pemain kelas dunia sejak beberapa tahun yang lalu.” Tandas dia.

Pihak Bayer Leverkusen tentu ingin melihat agar Kai Havertz bisa bergabung dengan klub top dunia di masa mendatang, dan mengembangkan bakatnya di atas lapangan hijau.

“Saat ini ada banyak perhatian yang mengarah kepadanya. Saya yakin suatu hari nanti ia akan pindah ke klub kelas dunia.” ujarnya.

Manchester United disebut-sebut sebagai klub yang paling dekat untuk mendapatkan servis Kai Havertz pada bursa transfer musim panas mendatang. Namun, ada satu hal yang mungkin akan menjadi kendala Setan Merah untuk mendaratkan sang pemain, yakni banderolnya.

Bayer Leverkusen dipercaya hanya akan melepas Havertz dengan banderol sebesar 85 juta pounds. Angka yang sebenarnya terjangkau, tapi dipercaya kondisi finansial Setan Merah sedang goyah.

Setelah Pulih dari Cedera Parah, Asensio Merasa Jadi Pemain Baru Madrid

Pandemi Covid-19 memang telah membawa dampak negatif bagi hampir seluruh aspek kehidupan, namun dibaliknya ada hikmah positif. Salah satunya bagi para pemain sepakbola yang awalnya diprediksi absen sampai akhir musim, kini mereka bisa bermain lagi saat liga digulirkan kembali.

Hal yang sama juga terjadi pada penyerang muda Spanyol, Marco Asensio yang mengalami cedera parah sejak awal musim ini.

Saat skuat arahan Zinedine Zidane memainkan laga pra musim, Asensio mengalami cedera ACL Parah yang diprediksi baru pulih setelah musim 2019/20 ini berakhir. Seharusnya Asensio tidak bisa bermain lagi di sisa musim ini.

Akan tetapi, Pandemi Corona kemudian membuat La Liga terhenti sementara waktu, dengan begitu Asensio masih berpeluang tampil di sisa musim ini.

Pasalnya, sang pemain sudah pulih bahkan mulai berlatih penuh bersama skuad Madrid, Rabu (27/5/2020) kemarin. Jadi, kemungkinan besar Asensio akan diturunkan lagi oleh manajer Zinedine Zidane pada sisa 11 laga musim ini, tapi tergantung pada kebijakan sang juru taktik.

Dengan kata lain, Asensio tampak seperti pemain baru bagi Real Madrid di sisa 11 laga musim ini. Sang pemain tampak sangat bersemangat dan termotivasi.

“Kami benar-benar ingin La Liga dimulai dan menghadapi 11 pertandingan sisa yang bakal jadi situasi hidup mati, kami akan mencoba dan memenangi semua yang tersisa,”

“Kami semua sudah kembali ke level fisik yang yang bagus, ada hasrat tinggi untuk segera kembali. Kami ingin berlatih bersama sebab semangat tim sedang sangat bagus.” ujar Asensio kepada Real Madrid TV.

Selanjutnya, pemain berusia 24 tahun tersebut bicara soal kondisi pemulihannya. Dia merasa lututnya sudah pulih, tidak ada masalah, dan sekarang hanya proses adaptasi saja dengan tim yang baru.

“Lutut saya merespons dengan baik dan saya merasa fisik saya sangat baik. Saya sudah menunggu lama, saya harus bersabar dan rasanya sulit melihat rekan-rekan di lapangan tapi Anda hanya di dalam gym. Namun, saya kira perjuangan ini layak sampai saat ini,” tutupnya.

Tapi sejauh ini belum ada kejelasan, kapan La Liga Spanyol akan digulirkan lagi, meski klub sudah diizinkan berlatih lagi.

Kylian Mbappe Bisa Jadi Suksesor Ronaldo di Real Madrid

Salah seorang legenda Tim Nasional Italia dan Real Madrid, Fabio Cannavaro mendukung penuh wacana perekrutan Winger Prancis, Kylian Mbappe oleh Real Madrid.

Mbappe memang tampil cemerlang sejak masih membela AS Monaco dulu, dimana hal tersebut juga yang membuatnya dibeli Paris Saint-Germain pada musim panas tahun 2017 seharga 180 Juta Euro.

Bersama dengan Les Parisiens, performa Mbappe terus berkembang, dia bahkan juga memenangkan gelar juara dunia bersama dengan Tim Nasional Prancis di tahun 2018 lalu. Jadi wajar jika pemain berusia 21 tahun tersebut menarik minat Real Madrid.

Sedangkan Cristiano Ronaldo sebelumnya adalah pemain penting Los Blancos, selama periode 2009 sampai 2018. Selama sembilan musim membela Real Madrid, kapten Timnas Portugal itu berhasil mencetak 450 gol dari 438 penampilan di seluruh ajang.

Lewat gelontoran gol-golnya tersebut, Ronaldo mempersembahkan 15 trofi juara untuk Real madrid, termasuk empat gelar Liga Champions Eropa. Namun, sejak kepergian Ronaldo ke Juventus pada Juli 2018, Real Madrid seperti kehilangan ketajaman.

Bale, Benzema, Luka Jovic, Mariano Diaz sampai yang baru didatangkan dari Chelsea, Eden Hazard masih belum mampu menjadi suksesor Ronaldo.

Nah, menurut Cannavaro, Sosok Kylian Mbappe memang tepat untuk dijadikan sebagai suksesor Ronaldo di Santiago Bernabeu.

“Real Madrid membutuhkan pemain seperti Mbappe, bintang muda yang bisa mengikuti jejak Cristiano Ronaldo,” kata Cannavaro yang kini melatih klub China, Guangzhou Evergrande.

Mbappe mahir mencetak gol seperti Ronaldo, dimana dari 120 pertandingan yang sudah dijalani bersama PSG, Kylian Mbappe sukses mendulang 90 gol. Dari segi performa, tak ada keraguan dari sosok Mbappe.

Tapi, Cannavaro ragu Real Madrid bisa membeli sang pemain, karena Paris Saint-Germain bukan tim penjual. Mereka juga berambisi menjadi juara di pentas Eropa.

“Hal normal jika Madrid ingin merekrutnya, tetapi juga harus diperhitungkan jika PSG tidak membutuhkan uang. Mereka klub ambisius dan ingin memenangkan Liga Champions,”

“Saya menilai akan sulit bagi Madrid untuk mendapatkannya. Presiden PSG adalah orang yang ingin menang, saya kenal mereka dengan baik dan mereka akan berjuang keras untuk mempertahankan Mbappe,” ucap Cannavaro.

Jika Gagal Dapatkan Messi, Moratti Ingin Inter Beli Dybala

Mantan Presiden Inter Milan, Massimo Moratti kembali lantang menyuarakan keinginannya agar Nerazzurri merekrut mega bintang Argentina, Lionel Messi. Namun, andai gagal mendapatkan servis pemain 32 tahun itu, Moratti inginkan Dybala yang merapat ke San Siro.

Sebagai informasi, Massimo Moratti sebenarnya sudah lama meninggalkan jabatannya sebagai Presiden Inter Milan. Namun ia masih sering memberikan komentar dan memberikan saran kepada bekas klub pimpinannya tersebut.

Belakangan, Moratti sering kali memberikan saran kepada Inter Milan untuk merekrut mega bintang Argentina, Lionel Messi yang kini tengah berada di penghujung kontraknya bersama Barcelona. Bagi Moratti, gagasan perekrutan Messi bukanlah imajinasi yang berlebihan.

Terlebih, selama beberapa bulan terakhir ini Barcelona juga kerap mengindikasikan minat mereka terhadap striker andalan Inter Milan, Lautaro Martinez. Bintang berusia 22 tahun tersebut bakal dijadikan sebagai suksesor Luis Suarez di lini depan raksasa Catalan.

Hanya saja, dipercaya bahwa raksasa Catalan tak setuju untuk membayar klausul rilis Lautaro Martinez yang bernilai 111 juta euro. Sebagai gantinya, juara bertahan La Liga Spanyol tersebut akan menawarkan opsi pertukaran pemain.

Karenanya, Massimo Moratti menyarankan Inter Milan agar meminta Barcelona menyertakan Messi sebagai bagian pertukaran.

“Jika Messi yang datang, itu hebat,” ujarnya pada Gazzetta dello Sport.

Tapi jika memang bintang 32 tahun itu mustahil direkrut, maka Inter harus menimbang opsi perekrutan Paulo Dybala dari klub rival, Juventus.

“Dan jika Leo mustahil didatangkan, saya ingin Dybala di posisi Toro,” seru Moratti.

Serie A Italia sendiri saat ini sedang ditangguhkan karena pandemi Virus Corona. Situasi sepakbola di Italia sedang krisis, seperti mengingatkan kita akan kasus Calciopoli di tahun 2006 silam. Setelah skandal tersebut terungkap, sepakbola tak lagi diminati di Italia.

Namun, Moratti memandangnya sebagai dua hal yang berbeda.

“Ada sedikit perbedaan. Saat itu, itu ada yang curang. Sekarang, itu adalah virus yang telah melumpuhkan planet ini,” ujar Moratti.

Belakangan ini, ada wacana pengguliran kembali kompetisi Serie A Italia. Terlebih pemerintah telah melonggarkan aturan lockdown sejak beberapa hari terakhir.

Manchester United Diyakini akan Kesulitan Rekrut Jadon Sancho

Manchester United boleh jadi begitu menginginkan Jadon Sancho dan mungkin akan mengerahkan segala usaha untuk mendapatkan servis Winger muda Inggris tersebut. Namun, Fabrizio Romano percaya bahwa transfer ini tak akan mudah bagi Setan Merah.

Sejatinya, kabar ketertarikan Manchester United pada Jadon Sancho sudah mulai tersiar sejak bursa transfer musim panas kemarin. Wajar saja, Winger berusia 20 tahun tersebut tampil cemerlang bersama dengan raksasa Bundesliga jerman, Borussia Dortmund.

Namun, entah karena alasan apa Setan Merah mundur dari perburuan Winger Timnas Inggris tersebut. Dan mungkin mereka menyesalinya, karena sang pemain kembali tampil moncer bersama Die Borussen.

Kini, MU diyakini siap memanfaatkan bursa transfer musim panas mendatang untuk merekrut Sancho lagi. Namun, Proses transfer Sancho ke Old Trafford diprediksi tidak akan berjalan dengan mudah.

Alasannya karena banderol tinggi yang disematkan Borussia Dortmund terhadap sang pemain.

“Realitasnya adalah Man United jatuh cinta pada Jadon Sancho, baik dari manajemen Manchester United atau dari Ole Gunnar Solskjaer,” beber Romano dalam wawancara di The United Stand.

Lebih lanjut, Romano juga tak ragu bahwa Manchester United siap merogoh kocek yang dalam untuk Jadon sancho. Hanya saja, hal yang membuat Setan Merah mungkin sulit mewujudkan transfer ini adalah pandemi Virus Corona yang membuat kondisi keuangan klub sedikit goyah.

“United ingin merekrutnya dan pada awalnya saya rasa Man United akan siap memberikan tawaran besar untuknya. Namun ternyata virus corona mempengaruhi bursa transfer dan situasinya kini berbeda jauh.” Tandasnya.

Menurutnya, Sancho juga sudah pasti bersedia merapat ke Old Trafford, hanya saja Romano ragu ada klub yang rela mengeluarkan uang sebesar 110 Juta Poundsterling di tengah situasi ini.

“Man United masih mengontak agennya dan mereka berbicara dengan Jadon Sancho. Untuk kontrak tidak jadi masalah karena Jadon Sancho tahu bahwa Man United adalah tim besar.”

“Namun masalah utamanya ada di antara United dan Dortmund. Ini bukan hanya masalah yang dialami Man United, karena semua klub top mengalami kondisi yang sama. Untuk saat ini mustahil bagi sebuah klub untuk menghabiskan banyak uang untuk pemain ini” tutupnya.